SAPEKEN, SUMENEP, pilarjatim.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Elfat yang berlokasi di Dusun Kota Baru, Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, menggelar tasyakuran pembukaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang operasional resminya pada 4 Februari mendatang.
Acara tasyakuran ini dihadiri oleh para tokoh agama, unsur Forpimka Kecamatan Sapeken, Karang Taruna Sapeken, serta jajaran pengelola SPPG Yayasan Elfat. Suasana berlangsung khidmat dan penuh harapan, sebagai simbol dimulainya layanan gizi bagi ratusan anak sekolah di wilayah kepulauan.
Ketua Yayasan sekaligus PIC SPPG Elfat, Ainur Rahman Syabibi, menyampaikan bahwa dapur MBG Elfat bukan hanya hadir untuk menyehatkan anak-anak, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan sosial bagi masyarakat.
“Sebanyak 65 persen pekerja kami adalah para janda. Ini kami lakukan dengan kesadaran penuh, karena mereka adalah tulang punggung keluarga. Dengan bekerja di SPPG Elfat, mereka bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya,” ungkap Ainur.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG Elfat diharapkan menjadi berkah dan solusi ekonomi bagi perempuan kepala keluarga di Sapeken, sekaligus memberikan dampak sosial yang nyata.
Sementara itu, Mika, selaku Sekretaris SPPG Yayasan Elfat, menegaskan komitmen lembaganya terhadap standar mutu dan gizi. Ia meminta masyarakat dan pihak sekolah tidak ragu menyampaikan masukan.
“Jika nanti ada menu yang dirasa kurang sesuai, kami mohon agar segera dikoordinasikan. Kami berkomitmen penuh untuk menyajikan menu sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN),” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi, memberikan pesan kuat kepada seluruh pengelola SPPG yang ada di wilayahnya. Ia menekankan bahwa MBG bukan sekadar program makan, melainkan investasi masa depan anak-anak Sapeken.
“Atas nama Pemerintah Desa Sapeken, saya meminta agar seluruh penyajian gizi harus memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG). Anak-anak kita adalah penerus bangsa dan penerus desa ini. Mereka harus tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Joni.
Ia juga mengingatkan seluruh SPPG agar taat pada aturan BGN, berkolaborasi dengan baik, dan membiasakan anak-anak mengonsumsi sayur serta makanan sehat.
“Jangan pernah menyajikan menu hanya karena permintaan lembaga. Yang paling utama adalah kesehatan dan gizi anak-anak,” tegasnya.
Dengan tasyakuran ini, SPPG Yayasan Elfat resmi bersiap memasuki fase operasional. Masyarakat Sapeken kini menaruh harapan besar agar dapur ini benar-benar menjadi penjaga gizi dan masa depan anak-anak kepulauan.














