Example floating
Example floating
Uncategorized

Alasan Cuaca Tak Lagi Dipercaya, Krisis Listrik Kangean Picu Kemarahan Publik

2992
×

Alasan Cuaca Tak Lagi Dipercaya, Krisis Listrik Kangean Picu Kemarahan Publik

Sebarkan artikel ini

Sumenep, pilarjatim.id – Kesabaran masyarakat Kepulauan Kangean, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, kian menipis. Selama tiga bulan terakhir, pemadaman listrik terjadi berulang kali tanpa pola dan tanpa pemberitahuan yang jelas. Kondisi ini memicu kemarahan luas, mulai dari tokoh masyarakat hingga pelaku usaha kecil yang terdampak langsung.

Warga menilai pelayanan di tingkat Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kangean semakin memburuk. Pemadaman kerap terjadi secara mendadak, bahkan dalam sehari bisa beberapa kali mati-hidup. Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga merugikan pelaku usaha dan merusak peralatan elektronik milik warga.

“Ini bukan lagi gangguan teknis biasa, ini sudah keterlaluan. Listrik mati tanpa pemberitahuan, hidup sebentar lalu mati lagi. Siapa yang mau tanggung kerugian masyarakat?” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Kecaman keras juga disampaikan oleh LSM BIDIK melalui Muhlis Fajar. Ia menyebut kondisi ini sangat tidak masuk akal, terlebih terjadi saat masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

“Setiap hujan mati, ada petir mati. Bahkan cuaca cerah pun tetap mati. Kalau memang ada kerusakan mesin, kenapa baru sekarang sering terjadi? Apakah manajer baru tidak paham teknis di lapangan, atau justru manajer lama meninggalkan persoalan yang tidak beres? Alasan seperti ini jelas tidak bisa diterima,” ujarnya geram.

Menurut Muhlis, masyarakat kepulauan bukan warga kelas dua yang pantas menerima pelayanan seadanya. Ia menegaskan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar yang harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.

Sebelumnya, Manajer ULP PLN Kangean sempat menjelaskan bahwa pemadaman dipicu faktor cuaca dan banyaknya pepohonan yang daunnya menyentuh jaringan kabel listrik. Namun, penjelasan tersebut kini dianggap tidak relevan. Pasalnya, pemadaman tetap terjadi meski dalam kondisi cuaca cerah tanpa angin kencang.

“Kalau alasannya pohon dan cuaca, kenapa saat langit terang tetap padam? Jangan jadikan alam sebagai tameng untuk menutupi lemahnya manajemen,” sindir seorang warga.

Masyarakat mendesak adanya evaluasi total terhadap kinerja ULP PLN Kangean. Mereka juga meminta manajemen PLN wilayah Jawa Timur turun langsung melakukan audit teknis dan manajerial, agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut.

Jika tidak ada perbaikan konkret dalam waktu dekat, warga mengaku siap menyuarakan protes secara terbuka sebagai bentuk kekecewaan atas pelayanan listrik yang dinilai jauh dari kata layak

Example 120x600

Tinggalkan Balasan