Example floating
Example floating
Uncategorized

Sanus 51 Berangkat Lebih Awal, Penumpang Ditinggal—Kapten Dituding Cari Pembenaran

398
×

Sanus 51 Berangkat Lebih Awal, Penumpang Ditinggal—Kapten Dituding Cari Pembenaran

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Pilarjatim.id – Suasana Pelabuhan Kalianget memanas menyusul kericuhan pada pelayaran rute Kalianget–Kangean. Adu mulut antara penumpang dan ABK kapal tak terhindarkan setelah sejumlah calon penumpang dinyatakan tidak bisa naik, meski telah memegang tiket dan mengacu pada jadwal resmi keberangkatan.

Peristiwa ini mencuat bersamaan dengan beredarnya video yang memperlihatkan penumpang Kapal Perintis Sanus 51 terlibat cekcok dengan kru kapal. Dalam video tersebut, penumpang memprotes keberangkatan kapal yang dinilai tidak sesuai jadwal.

Menurut keterangan penumpang, jadwal resmi keberangkatan Sanus 51 tercatat pukul 20.00 WIB. Namun kapal justru dilaporkan berangkat lebih awal sekitar pukul 18.00 WIB, menyebabkan banyak penumpang tertinggal karena datang sesuai jadwal yang tertera.

Gelombang komplain membuat kapal kembali sandar di Pelabuhan Kalianget. Namun situasi tidak membaik. Kapal kembali berangkat sekitar pukul 19.50 WIB tanpa menaikkan penumpang yang sebelumnya tertinggal. Keputusan ini memicu kemarahan karena dinilai tidak adil dan tidak konsisten.

Ironisnya, sebelum kapal kembali bersandar, salah satu ABK sempat menghubungi beberapa penumpang yang tertinggal dan meminta mereka segera datang ke pelabuhan karena kapal akan diberangkatkan sesuai jadwal. Sejumlah penumpang bahkan telah menyewa kamar ABK yang rencananya dibayar di atas kapal. Namun saat tiba di pelabuhan, mereka tetap tidak diperbolehkan naik.

Polemik semakin tajam setelah muncul pernyataan dari oknum kapten kapal dalam sebuah artikel yang menyebut pemberitaan sebelumnya tidak sesuai sumber yang benar. Ia mempertanyakan narasi jadwal keberangkatan dan menyebut adanya kekeliruan informasi.

Pernyataan tersebut justru membuat penumpang geram. Pasalnya, tiket dan informasi yang mereka pegang mencantumkan jadwal keberangkatan pukul 20.00 WIB, bukan pukul 15.00 WIB sebagaimana disebut dalam klarifikasi. Penumpang menilai pernyataan itu sebagai bentuk pembenaran sepihak, bukan klarifikasi yang menjawab substansi persoalan.

“Kalau memang jadwalnya jam 20.00, kenapa kapal berangkat jam 18.00? Dan ketika kembali sebelum jam 20.00, kenapa kami tetap tidak dinaikkan?” ujar salah satu penumpang dengan nada tinggi.

Kericuhan ini memunculkan pertanyaan serius mengenai profesionalitas pelayanan transportasi laut di rute Kalianget–Kangean. Penumpang mendesak adanya evaluasi menyeluruh, transparansi jadwal, serta pertanggungjawaban resmi dari pihak operator agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Hingga kini, insiden tersebut masih menjadi sorotan publik, sementara para penumpang menuntut kejelasan dan keadilan atas kerugian waktu, biaya, serta ketidakpastian yang mereka alami.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan