Example floating
Example floating
Uncategorized

SPPG Sumenep 04 Yayasan Al Jazirah Resmi Diresmikan, Santuni Anak Yatim dan Perkuat Komitmen Gizi Anak Pulau

996
×

SPPG Sumenep 04 Yayasan Al Jazirah Resmi Diresmikan, Santuni Anak Yatim dan Perkuat Komitmen Gizi Anak Pulau

Sebarkan artikel ini

Sapeken Sumenep, pilarjatim.id – Peresmian SPPG Sumenep 04 Yayasan Al Jazirah berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan di Kecamatan Sapeken. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara buka bersama serta santunan anak yatim, yang dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, dan para undangan lainnya.

Direktur SPPG Al Jazirah, Minhasul Abidin, menegaskan bahwa kehadiran SPPG ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak di wilayah kepulauan. Ia menyampaikan komitmen untuk terus membuka ruang kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi.

“Kami mohon dukungan masyarakat Sapeken. Jika ada menu SPPG kami yang kurang baik, silakan dikritik. Menurut saya, kritik itu adalah gizi, walaupun pahit. Dari kritik itulah kami bisa berbenah dan menjadi lebih baik,” ujar Minhasul Abidin.

Ia menambahkan, SPPG Al Jazirah akan selalu mengutamakan kualitas dan kandungan gizi dalam setiap menu yang disajikan. Menurutnya, komitmen tersebut merupakan tanggung jawab moral agar anak-anak pulau mendapatkan asupan makanan yang sehat, layak, dan sesuai standar.

“Kami ingin selalu mengutamakan gizi terbaik untuk anak pulau. Mereka berhak mendapatkan makanan sesuai standar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi, menyampaikan apresiasi atas berdirinya SPPG Sumenep 04 Yayasan Al Jazirah. Ia menyebutkan bahwa saat ini di Sapeken telah berdiri empat SPPG, dan Al Jazirah menjadi salah satu SPPG lokal yang memiliki karakter tersendiri.

“Di Sapeken ini sudah ada empat SPPG, termasuk Al Jazirah yang merupakan SPPG lokal. Harapan saya, kehadiran SPPG ini membawa berkah bagi masyarakat,” ungkap Joni Junaidi.

Namun ia juga menitipkan pesan tegas agar pengelola benar-benar memperhatikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak. Setiap menu, menurutnya, harus memenuhi standar gizi dan masuk dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG).

“Saya menitipkan anak-anak Sapeken. Berikan menu sesuai standar, memiliki kandungan gizi yang cukup, dan benar-benar masuk AKG,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak desa tidak akan tinggal diam apabila ditemukan menu yang tidak sesuai standar. Bahkan, ia menyatakan siap mengirimkan surat kepada pihak terkait, termasuk BGN, untuk dilakukan evaluasi.

“Mengingat anggaran yang digelontorkan untuk program SPPG ini mencapai miliaran bahkan triliunan rupiah, maka pelaksanaannya harus benar-benar maksimal dan sesuai tujuan,” tambahnya.

Dengan diresmikannya SPPG Sumenep 04 Yayasan Al Jazirah, diharapkan program pemenuhan gizi di wilayah kepulauan, khususnya Sapeken, semakin optimal dan mampu meningkatkan kualitas kesehatan serta masa depan anak-anak daerah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan