Sumenep, pilarjatim.id – Suasana penuh berkah menyelimuti hari pertama bulan suci Ramadhan di Kepulauan Kangean. Sejak sore hari, masyarakat tampak memadati jalanan utama untuk berburu menu berbuka puasa. Aktivitas jual beli meningkat drastis, menghadirkan denyut ekonomi yang terasa lebih hidup dibanding hari hari biasa.
Gerai-gerai makanan di pinggir jalan terlihat ramai dikunjungi pembeli. Beragam menu khas berbuka tersaji, mulai dari aneka gorengan, kolak, hingga minuman segar pelepas dahaga. Para pedagang tampak sibuk melayani antrean warga yang ingin memanjakan keluarga di rumah dengan hidangan terbaik saat adzan Maghrib berkumandang.
Menariknya, di tengah semarak kuliner Ramadhan, terjadi “persaingan” unik antara menu tradisional dan minuman kekinian. Nasi ayam yang menjadi favorit keluarga harus bersaing ketat dengan es boba yang digemari kalangan muda. Kedua menu ini sama-sama laris manis, menunjukkan perpaduan selera klasik dan modern di tengah masyarakat Kangean.
“Setiap Ramadhan, suasananya selalu berbeda. Lebih ramai dan terasa kebersamaannya,” ujar salah satu pedagang takjil di pinggir jalan.
Tak hanya menjadi momen ibadah, Ramadhan juga menjadi berkah bagi pelaku usaha kecil. Peningkatan pembeli di hari pertama membawa harapan akan stabilitas ekonomi lokal selama bulan suci berlangsung.
Di balik ramainya aktivitas, semangat kebersamaan tetap terasa. Warga Kepulauan Kangean memanfaatkan momen ini bukan sekadar untuk berbelanja, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan keluarga.
Ramadhan baru saja dimulai, namun denyut kehidupan di Kangean sudah menunjukkan warna khasnya: religius, hangat, dan penuh keberkahan.














