Example floating
Example floating
Uncategorized

Dapur Macik Education Squad di Sapeken Dapat Apresiasi Ahli Gizi, Tetap Jaga Standar MBG di Tengah Keterbatasan

127
×

Dapur Macik Education Squad di Sapeken Dapat Apresiasi Ahli Gizi, Tetap Jaga Standar MBG di Tengah Keterbatasan

Sebarkan artikel ini

Sumenep, pilarjatim.id — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kepulauan terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai tantangan, Dapur Macik Education Squad yang berlokasi di Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep mendapat respons positif dari tenaga ahli gizi, Yenni, yang terlibat langsung dalam pendampingan program.

Menurut Yenni, salah satu tantangan utama pelaksanaan MBG di wilayah kepulauan adalah keterbatasan pasokan bahan pangan, yang semakin diperberat oleh cuaca ekstrem berkepanjangan. Kondisi ini berdampak langsung pada ketersediaan bahan pokok, khususnya sayur-mayur dan sumber protein.

“Dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 733 jiwa, pelaksanaan program tetap kami upayakan sesuai prinsip gizi seimbang, aman, dan layak dikonsumsi,” jelas Yenni.

Ia menjelaskan, kondisi geografis kepulauan membuat distribusi bahan pangan tidak selalu lancar. Harga bahan juga relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah daratan, sehingga proses pengadaan harus dilakukan secara selektif dan adaptif.

“Keterbatasan ini memengaruhi ketersediaan protein hewani seperti ikan dan telur, maupun protein nabati seperti tempe dan tahu. Namun kami tetap menyesuaikan dengan bahan lokal yang ada,” ujarnya.

Meski demikian, Yenni menegaskan bahwa menu MBG tidak disusun secara asal. Setiap menu dirancang berdasarkan kebutuhan energi dan protein penerima manfaat, serta mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai kelompok sasaran.

“Fokus kami bukan hanya pada tampilan menu, tetapi pada kandungan gizinya. Yang terpenting adalah anak-anak mendapatkan energi, protein, dan zat gizi mikro yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” tambahnya.

Terkait adanya tanggapan negatif dari sebagian masyarakat yang menilai menu kurang variatif, Yenni menilai hal tersebut wajar sebagai bentuk perhatian. Namun ia menegaskan bahwa secara teknis gizi, penyusunan menu tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

“Dalam kondisi terbatas seperti di kepulauan, yang utama adalah pemenuhan kebutuhan gizi, bukan kemewahan menu,” pungkasnya.

Dengan pendampingan tenaga ahli gizi dan komitmen pengelola dapur, Dapur Macik Education Squad berupaya memastikan bahwa program MBG di Kepulauan Sapeken tetap berjalan sesuai tujuan: meningkatkan gizi dan kesehatan anak bangsa, meski di tengah tantangan alam dan logistik.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *