Example floating
Example floating
Uncategorized

Terendus “Bau Busuk” Kejar Untung, MBG SPPG Berkah Nusantara Peduli Dikecam Keras

183
×

Terendus “Bau Busuk” Kejar Untung, MBG SPPG Berkah Nusantara Peduli Dikecam Keras

Sebarkan artikel ini

Sumenep, pilarjatim.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Berkah Nusantara Peduli di Desa Laok Jang-Jang, Dusun Ngomber, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, kini menjadi sorotan tajam. Di lapangan, guru dan siswa mengeluhkan menu yang dibagikan pada hari Selasa karena melanggar aturan dan tidak mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Padahal, sesuai pedoman pelaksanaan MBG, Senin hingga Jumat wajib menu basah, sementara menu kering hanya diperbolehkan pada hari Sabtu. Namun yang terjadi justru sebaliknya: siswa menerima menu kering.

Salah satu guru dari SDN Angkatan yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat geram dan kecewa.

“Anak-anak sudah membawa sendok dari rumah karena mengira akan mendapat menu basah. Tapi yang datang justru roti dan telur puyuh. Ini jelas pelanggaran,” tegasnya.

Menu yang dibagikan disebut hanya berupa roti malkis seharga Rp1.000, roti seribuan lainnya, serta telur puyuh. Guru tersebut menilai menu itu tidak layak dan jauh dari standar gizi.

“Dalam aturan MBG, protein hewani yang dianjurkan adalah telur ayam, bukan telur puyuh. Ini menyimpang dari ketentuan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menuding pihak penyelenggara terlalu mementingkan keuntungan daripada kesehatan anak-anak.

“Jangan terlalu banyak ambil hasil. Kalau mau cepat kaya, jangan murid-murid yang dijadikan tumbal atas keserakahanmu,” katanya lantang.

Kondisi ini memicu desakan kepada Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan instansi pengawas untuk segera turun tangan, melakukan audit, dan memberikan sanksi tegas agar tujuan program nasional MBG tidak terus tercoreng.

Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak SPPG Berkah Nusantara Peduli dan instansi terkait demi keberimbangan informasi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan