Sumenep, pilarjatim.id — Senyum dan rasa syukur tampak menghiasi wajah warga Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, saat pemerintah desa menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat, Rabu (12/2025). Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Balai Desa Arjasa tersebut menyasar 274 keluarga penerima manfaat yang telah terdata sebelumnya.
Bantuan pangan ini merupakan alokasi tahun 2025, hasil kerja sama pemerintah dengan Perum Bulog, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Setiap keluarga menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, yang dinilai cukup membantu di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya stabil.
Sejak pagi hari, warga datang secara bergiliran sesuai jadwal undangan. Dengan penuh ketertiban, mereka mengantre dan mengikuti arahan aparat desa, sehingga proses penyaluran berjalan lancar dan kondusif.
Kepala Desa Arjasa, Nurul Anwar, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan.
> “Alhamdulillah, hari ini kami bisa menyalurkan bantuan pangan kepada 274 warga. Setiap keluarga menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bisa membantu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah desa untuk menyalurkan bantuan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai aturan yang berlaku.
> “Kami berusaha memastikan semua berjalan tertib dan adil. Harapan kami, bantuan ini dapat memberikan rasa tenang dan sedikit meringankan beban masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Nurul Anwar mengimbau warga agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya serta tetap menjaga ketertiban dan kebersamaan selama proses penyaluran.
Program bantuan pangan ini menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus wujud kepedulian terhadap kesejahteraan warga desa. Bagi para penerima, bantuan ini bukan sekadar beras dan minyak, tetapi juga membawa harapan dan rasa diperhatikan di tengah tantangan hidup sehari-hari.














