Malang, pilarjatim.id – Sebuah pesan menyentuh hati diduga menjadi kalimat terakhir yang ditinggalkan almarhum Tito Abimanyu sebelum ditemukan meninggal dunia. Dalam pesan tertulisnya, ia menyampaikan permintaan maaf kepada kedua orang tuanya dan menyebut keputusan yang diambil adalah kesalahannya sendiri berikut pesan almarhum tito kepada orang tuanya:
Yah, Bu.. Bukan Salah Kalian aku Mati, ini Salahku Sendiri. Aku Sudah Terlalu Merepotkan Kalian, Aku Gagal Sebagai Anak.
Jangan Bersedih, Kalian Adalah Orang tua yang Baik. Aku Saja yang Tidak Tahu Diri, Tolong Untuk Terakhir kalinya Maafkan Keputusan ku yang Egois ini, Maaf Benar benar Minta Maaf ”
Tito Abimanyu, warga RT 005/003 Pandanwangi, Kota Malang, dikenal sebagai pribadi cerdas dan berprestasi. Ia disebut merupakan mahasiswa MIPA Fisika di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Malang dan pernah memperoleh beasiswa.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Samsul Arif, warga sekitar yang melintas di lokasi kejadian sekitar pukul 06.15 WIB. Ia kemudian segera menghubungi perangkat desa untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Tidak lama setelah laporan diterima, Unit Reskrim Polsek Pakis tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim dipimpin langsung oleh IPDA Iwan Chandra, SH, yang segera mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Kapolsek Pakis, AKP Suyanto, turut hadir di lokasi bersama tim medis. Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan bantuan warga sekitar. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSU Saiful Anwar untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
AKP Suyanto saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman. “Apakah kejadian ini murni gantung diri atau ada motif lain, hal itu masih perlu dilakukan pendalaman,” ujarnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan.
Bagi siapa pun yang sedang mengalami tekanan atau beban berat, penting untuk mencari bantuan dan berbicara dengan keluarga, sahabat, atau tenaga profesional. Dukungan dan pertolongan selalu tersedia, dan setiap persoalan memiliki jalan keluar yang dapat dicari bersama.














