Example floating
Example floating
Uncategorized

Aktivis Soroti Limbah PT Sreeya di Ngangkatan, Pengelolaan Dipertanyakan

270
×

Aktivis Soroti Limbah PT Sreeya di Ngangkatan, Pengelolaan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, PilarJatimid  – Tumpukan limbah plastik kemasan milik PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk yang berasal dari unit Bellfood menjadi sorotan setelah diketahui belum melalui proses pencacahan atau daur ulang saat berada di penampungan limbah Desa Ngangkatan.

Sampah plastik telah lama menjadi persoalan serius bagi lingkungan. Material ini sulit terurai dan membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terdegradasi secara alami. Peningkatan produksi plastik dalam beberapa dekade terakhir memperparah penumpukan limbah, termasuk di daerah-daerah.

Peristiwa ini mencuat ketika wartawan melihat sebuah mobil bak terbuka mengangkut limbah plastik dari arah pabrik Bellfood di perempatan Ngangkatan. Setelah diikuti, kendaraan tersebut diketahui membawa limbah plastik kemasan milik PT Sreeya yang belum didaur ulang dan dibawa ke lokasi penampungan limbah desa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengangkutan limbah tersebut dilakukan atas perintah Kepala Desa Ngangkatan dan dikelola melalui Kamituwo Jiman Dusun Ngangkatan. Saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamituwo Jiman menyatakan dirinya hanya menjalankan perintah.

“Mohon maaf, saya hanya diperintah Kepala Desa untuk mengambil limbah di pabrik. Masalah yang lain saya tidak tahu pak,” ungkapnya, Minggu (22/2/2026).

Sementara itu, aktivis lingkungan dari LSM Amphibi, Herman, menilai pengelolaan limbah plastik yang tidak langsung didaur ulang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Limbah plastik milik PT Sreeya yang tidak didaur ulang bisa merugikan perusahaan itu sendiri. Pengambilan limbah plastik dari Bellfood seharusnya diproses atau dicacah terlebih dahulu sebelum ditampung di lokasi pembuangan,” tegas Herman.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Ngangkatan menyatakan bahwa pihak desa tidak ikut campur dalam pengelolaan limbah tersebut.

“Langsung saja konfirmasi ke pabrik Bellfood, karena desa tidak ikut campur dan kontribusi limbah tersebut untuk desa juga tidak ada,” ujarnya

Example 120x600

Tinggalkan Balasan