Sumenep, pilarjatim.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh SPPG Berkah Nusantara Peduli langsung menuai sorotan keras sejak hari pertama pelaksanaannya, Senin (6). Sejumlah guru mengeluhkan kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa karena dinilai tidak sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN) dan jauh dari harapan.
Salah satu guru SDN angkatan yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekesalannya karena menu yang disajikan dinilai asal jadi dan tidak memenuhi komposisi gizi seimbang.
“Makanan ini tidak sesuai standar BGN. Porsinya kecil, kualitasnya juga tidak layak. Anak-anak seharusnya mendapatkan makanan sehat, bukan seadanya,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menduga pihak pengelola terlalu mementingkan keuntungan daripada kualitas layanan.
“Sepertinya yang dikejar hanya keuntungan. Terlalu banyak ambil hasil dari kegiatan ini. Ini keterlaluan,” tegasnya.
Menurut para guru, MBG seharusnya menjadi program sosial yang benar-benar berpihak pada kesehatan siswa, bukan berubah menjadi ladang cuan yang mengorbankan mutu makanan.
Mereka mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi total terhadap SPPG Berkah Nusantara Peduli, termasuk pengawasan ketat terhadap kualitas dan transparansi pengelolaan anggaran.
Media ini membuka ruang hak jawab kepada pihak SPPG Berkah Nusantara Peduli dan pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.














