Uncategorized

Revitalisasi SD Negeri Angkatan IV Arjasa Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek APBN 2025 Disorot Publik

200
×

Revitalisasi SD Negeri Angkatan IV Arjasa Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek APBN 2025 Disorot Publik

Sebarkan artikel ini

Sumenep, PilarJatim.Id- Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SD Negeri Angkatan IV, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menuai sorotan publik. Pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 654.042.812,00 tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis sebagaimana mestinya.

 

Proyek dengan sistem swakelola itu dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) UPTD SD Negeri Angkatan IV Arjasa. Namun hasil pantauan di lapangan menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian pada penggunaan material bangunan. Sejumlah bahan yang dipakai dinilai memiliki kualitas rendah dan diduga tidak memenuhi standar konstruksi sebagaimana tercantum dalam petunjuk teknis pelaksanaan.

 

Selain persoalan material, lemahnya pengawasan juga turut disorot. Baik pihak pelaksana maupun instansi terkait dinilai tidak optimal dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan. Kondisi ini memicu dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek pendidikan yang seharusnya mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas.

 

Hal itu juga diperkuat dengan temuan awak media yang melakukan pemantauan langsung di lokasi pembangunan.

 

“Saya dengar sendiri dari ucapan warga bahwa pembangunan ini dikerjakan asal-asalan. Karena itu kami datang langsung ke lokasi,” kata Sahnan, salah satu awak media online.

 

 

Ia menambahkan bahwa dari hasil pantauan di lapangan ditemukan banyak kejanggalan dalam pelaksanaan rehabilitasi tiga ruang kelas dan perpustakaan. Di antaranya minimnya penggunaan baja ringan yang tidak sesuai spesifikasi, pekerjaan tambal sulam dinding yang terkesan asal jadi, serta tidak diterapkannya standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

 

“Padahal untuk K3 sudah dianggarkan, tapi di lapangan tidak terlihat sama sekali. Ini jelas sangat membahayakan para pekerja,” tegasnya.

 

 

Sementara itu, saat awak media meminta keterangan kepada Kepala Sekolah selaku penanggung jawab kegiatan pengerjaan proyek swakelola, ia hanya menyampaikan bahwa pekerjaan telah sesuai spesifikasi.

 

“Sudah sesuai spesifikasi, Pak,” jawabnya singkat.

 

 

Namun pernyataan tersebut bertolak belakang dengan hasil temuan lapangan dan investigasi awak media yang menunjukkan adanya indikasi kuat ketidaksesuaian pelaksanaan proyek dengan rencana teknis.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari dinas terkait mengenai dugaan penyimpangan tersebut. Masyarakat berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan audit teknis dan memastikan penggunaan anggaran negara benar-benar tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan