Example floating
Example floating
Berita

APH dan BGN Diminta Tidak Tutup Mata, Dugaan Pelanggaran Standar Program MBG di SPPG Yayasan Berkah Nusantara Peduli Dipertanyakan

534
×

APH dan BGN Diminta Tidak Tutup Mata, Dugaan Pelanggaran Standar Program MBG di SPPG Yayasan Berkah Nusantara Peduli Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, pilarjatim.id — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Kali ini sorotan tajam mengarah kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Berkah Nusantara Peduli di Desa Laok Jang-Jang, Kecamatan Arjasa Kab Sumenep.

Muncul dugaan adanya penggunaan septic tank dalam sistem pembuangan yang dinilai tidak mencerminkan standar pengelolaan sanitasi sebagaimana yang diharapkan dalam program pemenuhan gizi masyarakat.

Warga mempertanyakan bagaimana sebuah program besar yang menyangkut kesehatan anak-anak dan penerima manfaat bisa berjalan apabila aspek dasar seperti kebersihan dan sanitasi justru masih dipersoalkan.

“MBG bukan program coba-coba. Ini menyangkut makanan yang masuk ke tubuh masyarakat. Kalau standar dasar saja dipertanyakan, maka wajib ada pemeriksaan serius,” ujar salah satu warga.

Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Badan Gizi Nasional (BGN), serta pihak yang memiliki kewenangan seperti korwil dan korcam agar tidak diam dan segera turun melakukan evaluasi.

Warga menilai pembiaran terhadap dugaan persoalan tersebut justru dapat mencederai tujuan utama MBG. Mereka meminta jika ditemukan pelanggaran standar, harus ada tindakan tegas, termasuk pemberian sanksi atau penghentian sementara operasional sampai seluruh persyaratan dipenuhi.

“Jangan sampai pengawasan hanya formalitas. Kalau ada yang tidak sesuai, jangan ditutup-tutupi. Program untuk masyarakat harus dikelola dengan standar terbaik, bukan dibiarkan berjalan dengan persoalan yang berpotensi merugikan,” tegas warga.

Kepala dapur SPPG juga diminta bertanggung jawab memastikan seluruh prosedur, termasuk sanitasi dan keamanan pangan, benar-benar dijalankan sesuai ketentuan.

Publik berharap BGN dan pihak terkait membuka ruang transparansi serta memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kondisi fasilitas SPPG tersebut.

Sebab, kata warga, jangan sampai program yang membawa nama besar untuk kepentingan masyarakat justru tercoreng akibat lemahnya pengawasan dan dugaan kelalaian dalam hal paling mendasar: kebersihan dan kesehatan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan