Uncategorized

Ketua Umum MP3S Sahnan Geram, Soroti MBG SPPG Yayasan Nurul Islam: “Jangan Cuma Cari Untung, Gizi Anak Harus Jadi Prioritas

9013
×

Ketua Umum MP3S Sahnan Geram, Soroti MBG SPPG Yayasan Nurul Islam: “Jangan Cuma Cari Untung, Gizi Anak Harus Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Ketua Umum MP3S, Sahnan, meluapkan kemarahannya atas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Yayasan Nurul Islam. Ia menilai, menu yang dibagikan kepada siswa tidak mencerminkan standar Badan Gizi Nasional (BGN) dan jauh dari semangat peningkatan kualitas gizi anak.

Menurut Sahnan, program MBG bukan sekadar formalitas pembagian makanan, melainkan amanah besar yang menyangkut tumbuh kembang generasi penerus. Karena itu, ia mengecam keras apabila ada penyelenggara yang diduga lebih mengutamakan keuntungan daripada kualitas dan kelayakan gizi.“Jangan cuma cari untung. Ini soal anak-anak, soal masa depan mereka. Kalau standar BGN diabaikan, lalu apa yang mau kita harapkan dari program ini?” tegas Sahnan dengan nada tinggi.

Ia menyebut, jika benar menu yang disalurkan tidak sesuai standar gizi dan tidak melalui kontrol kualitas yang ketat, maka hal tersebut merupakan bentuk kelalaian serius. Sahnan menilai pengelola harus bertanggung jawab penuh, baik secara moral maupun profesional.

Sahnan juga mengingatkan bahwa program MBG menggunakan anggaran yang tidak sedikit setiap harinya. Oleh karena itu, pengelolaan harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan benar-benar fokus pada kebutuhan gizi siswa, bukan sekadar memenuhi target distribusi.

“Kalau hanya mengejar kuantitas tanpa kualitas, itu namanya mengkhianati tujuan program. Anak-anak butuh asupan bergizi, bukan sekadar makanan asal jadi,” ujarnya.

Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja SPPG Yayasan Nurul Islam dan meminta pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, jika dibiarkan, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi pelaksanaan MBG di wilayah lain.

Pernyataan keras Ketua Umum MP3S ini menambah tekanan publik terhadap pengelolaan MBG. Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pihak terkait agar program yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak tidak berubah menjadi polemik berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan