JAKARTA, pilarjatim.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Peringatan tersebut perlu menjadi perhatian meski sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. BMKG mencatat sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia atau 535 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Kondisi atmosfer yang dinamis tetap memungkinkan hujan terjadi secara lokal.
Fenomena atmosfer, termasuk aktivitas gelombang dan kondisi lokal, dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif. Awan cumulonimbus yang tumbuh cepat berpotensi menghasilkan hujan lebat, petir, maupun angin kencang dalam waktu singkat.
Wilayah Berpotensi Hujan
Berdasarkan informasi yang disampaikan, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi:
Aceh
Sumatra Utara
Lampung
Jawa Barat
Papua Pegunungan
Di luar wilayah tersebut, hujan ringan hingga sedang juga masih berpotensi terjadi secara lokal dan dapat disertai petir serta angin kencang.
Sejumlah Wilayah Berpotensi Angin Kencang
Sementara itu, potensi angin kencang perlu diwaspadai di:
Aceh
Jawa Timur
Kepulauan Riau
Maluku
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Selatan
Sulawesi Utara
BMKG sendiri menyediakan pembaruan khusus mengenai potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan sedang, hujan lebat, hujan sangat lebat dan angin kencang.
Warga Diminta Waspada
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca buruk, seperti pohon tumbang, tiang roboh, genangan, jalan licin, sambaran petir hingga gangguan perjalanan.
Saat hujan disertai angin kencang, masyarakat sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame maupun bangunan yang rapuh.
Di sisi lain, dominasi musim kemarau juga membuat risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap perlu diantisipasi. Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca resmi karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat.












