Berita

Ucapan Hotman Paris Picu Kemarahan Insan Pers, MIO Beri Peringatan Keras

55338
×

Ucapan Hotman Paris Picu Kemarahan Insan Pers, MIO Beri Peringatan Keras

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, pilarjatim.id – Pernyataan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang dinilai merendahkan profesi wartawan memicu gelombang reaksi keras dari kalangan insan pers. Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Pragogie, secara terbuka melontarkan kritik tajam dan menilai ucapan tersebut telah melukai marwah profesi jurnalistik.

Menurut Pragogie, sikap yang ditunjukkan Hotman tidak mencerminkan sosok penegak hukum yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan menghormati kebebasan pers yang dijamin undang-undang.

“Ini bukan gaya advokat. Ini gaya preman berdasi. Sudah kurang ajar dan tidak mencerminkan etika seorang penegak hukum,” tegas Pragogie.

Ia menilai, sebagai figur publik sekaligus advokat senior, Hotman Paris semestinya memahami peran pers sebagai pilar demokrasi yang bertugas menyampaikan informasi dan melakukan kontrol sosial demi kepentingan masyarakat.

“Wartawan bekerja untuk publik, bukan untuk dihina atau direndahkan. Pers memiliki fungsi kontrol terhadap kekuasaan, termasuk terhadap tokoh publik sekaliber Hotman Paris,” ujarnya.

Pragogie juga menegaskan bahwa tidak ada satu pun figur yang kebal terhadap kritik dan sorotan media. Menurutnya, semakin besar pengaruh seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menghormati profesi lain, termasuk jurnalis.

“Memuakkan melihat arogansi yang dipertontonkan. Merasa paling hebat, paling terkenal, paling kaya, lalu menganggap rendah profesi wartawan. Cara berpikir seperti itu sangat berbahaya bagi kehidupan demokrasi,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Umum MIO Indonesia memberikan ultimatum agar Hotman Paris menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers Indonesia apabila pernyataannya memang terbukti merendahkan profesi wartawan.

“Kami tidak akan diam. Menghina satu wartawan sama saja menghina seluruh jurnalis di Indonesia. Pers bukan musuh siapa pun, tetapi pers juga tidak akan tunduk pada arogansi siapa pun,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menambah panjang polemik yang berkembang di ruang publik. Sejumlah kalangan menilai hubungan antara pers dan narasumber harus dibangun atas dasar saling menghormati, bukan saling merendahkan.

Di tengah era keterbukaan informasi, kebebasan pers merupakan salah satu fondasi utama demokrasi. Karena itu, setiap bentuk pernyataan yang dianggap meremehkan profesi wartawan berpotensi memicu reaksi luas dari komunitas jurnalis yang selama ini menjalankan tugasnya sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.

Kini sorotan publik tertuju pada respons Hotman Paris atas desakan permintaan maaf tersebut. Sebab bagi insan pers, persoalan ini bukan hanya menyangkut satu individu, melainkan menyangkut penghormatan terhadap profesi jurnalistik secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan