Example floating
Example floating
Uncategorized

Jangan Main-Main dengan Gizi Anak!” Kades Sapeken Ultimatum Seluruh Dapur MBG

195
×

Jangan Main-Main dengan Gizi Anak!” Kades Sapeken Ultimatum Seluruh Dapur MBG

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, pilarjatim.id – Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi, menegaskan kepada seluruh pengelola dapur Program Makan Bergizi (MBG) di wilayah Kecamatan Sapeken agar wajib mematuhi standar menu Badan Gizi Nasional (BGN) dan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Penegasan ini disampaikan menyusul adanya temuan menu MBG yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Menurut Joni Junaidi, MBG bukan sekadar program distribusi makanan, melainkan program strategis negara untuk menjaga regenerasi penerus bangsa, khususnya anak-anak di wilayah kepulauan. Karena itu, ia menekankan agar penyajian menu tidak dilakukan asal jadi dengan dalih apa pun.

“Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. MBG bukan program dadakan. Semua sudah ada aturannya di BGN. Jadi tidak ada alasan menu disajikan di bawah standar,” tegasnya.

Ia menyebutkan secara khusus menu MBG yang sebelumnya disajikan oleh SPPG Al Huda sebagai contoh yang harus segera diperbaiki. Kepala desa meminta pengelola dapur melakukan evaluasi internal dan pembenahan serius agar menu yang disajikan ke depan benar-benar sesuai pedoman gizi nasional.

Lebih lanjut, Joni Junaidi menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran berulang. Ia menyatakan siap melayangkan surat resmi ke BGN pusat untuk meminta evaluasi menyeluruh terhadap dapur MBG yang melenceng dari standar, bahkan hingga penghentian operasional bila diperlukan.

“Sebagai kepala desa, saya punya tanggung jawab moral dan administratif terhadap anak-anak bangsa di wilayah saya. Kalau ada MBG yang tidak sesuai BGN dan AKG, saya akan bersurat ke BGN pusat. Bila perlu, dihentikan,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia juga mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG di Kepulauan Sapeken agar menjadikan peringatan ini sebagai peringatan serius, bukan sekadar imbauan. Menurutnya, keberhasilan MBG diukur dari kualitas gizi yang diterima siswa, bukan dari sekadar terpenuhinya jumlah distribusi.

“Kita bicara soal kesehatan, kecerdasan, dan masa depan generasi Sapeken. Jangan main-main dengan gizi anak,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan