Example floating
Example floating
Uncategorized

PLT Kepala Sekolah Arjasa II Sumenep Dilaporkan Arogan, Guru-Guru Menjerit: Tidak Dicairkan Sertifikasi dan Tamsil

646
×

PLT Kepala Sekolah Arjasa II Sumenep Dilaporkan Arogan, Guru-Guru Menjerit: Tidak Dicairkan Sertifikasi dan Tamsil

Sebarkan artikel ini

Sumenep, pilarjatim.id – PLT Kepala Sekolah Arjasa II Sumenep, Jawa Timur, dilaporkan melakukan tindakan arogan dan tidak layak, sehingga Kepala Dinas Pendidikan Sumenep diminta untuk mengambil tindakan tegas. Beberapa tuduhan yang dialamatkan kepada PLT Kepala Sekolah Arjasa II antara lain tidak mencairkan sertifikasi dan tamsil guru, serta kerap menyakiti para guru pengajar.

 

Masyarakat dan guru-guru di Arjasa II berharap agar Kepala Dinas Pendidikan Sumenep segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa proses pendidikan di Arjasa II dapat berjalan lancar dan kondusif, ( 27/11/2025).

 

Informasi yang dihimpun media, beredar voice note di sejumlah grup WhatsApp komunitas Kangean yang berisi suara mirip Pj Kepala Sekolah tersebut. Dalam rekaman itu terdengar nada tinggi, bentakan, serta kata-kata bernada intimidatif terhadap guru.

 

“Cara bicaranya bukan seperti pimpinan, tapi seperti preman,” ungkap salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

 

Dugaan Tidak Mencairkan Tunjangan TAMSIL

 

Selain sikap arogan, Pj Kepala SDN 2 Arjasa juga diduga tidak mencairkan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TAMSIL) bagi guru non ASN. Beberapa guru mengaku telah menunggu berbulan-bulan tanpa kejelasan.

 

Tidak hanya itu, satu guru sertifikasi dilaporkan dipersulit pencairan sertifikasinya tanpa alasan jelas.

 

Guru Sakit Dimarahi Meski Tetap Hadir

 

Sumber lain mengungkapkan, Pj Kepala Sekolah disebut memarahi seorang guru yang sedang sakit hingga mengalami stroke ringan. Ironisnya, guru tersebut tetap masuk mengajar meski harus diantar keluarganya ke sekolah agar tidak dianggap sering absen.

 

“Masuk saja masih dimarahi, padahal kondisinya sakit. Kami benar-benar merasa tertekan,” keluh sumber yang lain.

 

Pihak Sekolah Bungkam

 

Upaya konfirmasi dilakukan melalui WhatsApp kepada Pj Kepala SDN 2 Arjasa, namun pesan hanya centang dua dan tidak mendapatkan respons hingga berita ini diterbitkan.

 

Desakan Nonaktifkan Kepala Sekolah

 

Lebih dari lima guru mengajukan permintaan kepada Kadisdik Kabupaten Sumenep, Agus, agar segera menonaktifkan Pj Kepala SDN 2 Arjasa karena dinilai memicu kekacauan internal sekolah, menciptakan ketegangan, dan tidak mencerminkan karakter pendidik.

 

“Kami bukan ingin bermasalah, kami hanya ingin bekerja dengan tenang dan dihormati sebagai guru,” ujar salah seorang guru.

 

LSM Ikut Turun Tangan

 

Aktivis LSM Deneor, Muhles Fajar, mengecam keras dugaan tindakan arogan tersebut.

 

> “Ini merusak citra dunia pendidikan. Guru adalah profesi mulia dan tidak boleh diperlakukan seperti bawahan pabrik. Kami berharap Dinas Pendidikan segera mengambil tindakan tegas,” tegasnya.

 

 

 

Dinas Pendidikan Belum Berkomentar

 

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep belum dapat dikonfirmasi karena Kepala Dinas belum merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan