SUMENEP, pilarjatim.id — Pernyataan Ketua PBVSI Sumenep Syamsul Muarif yang disebut menawarkan uang Rp5 juta bagi pihak yang mampu menggantikan atau memberhentikan dirinya sebagai ketua menuai kritik keras.
Pernyataan tersebut disebut terlontar saat awak media pilarjatim.id menyambangi kantor PBVSI Sumenep. Jika benar sebagaimana disampaikan, muncul pertanyaan tajam: mengapa pergantian ketua justru dilempar menjadi sebuah “sayembara”?
DPC LSM BIDIK melalui Muhlis Fajar menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan marwah seorang pimpinan organisasi olahraga.
“Kami bukan pemburu kursi dan bukan pemburu uang Rp5 juta. Media dan LSM menjalankan fungsi kontrol sosial. Kalau kritik dibalas dengan sayembara, ini organisasi olahraga atau panggung dagelan?” tegas Muhlis.
Menurutnya, jabatan Ketua PBVSI bukan hadiah yang bisa diperebutkan melalui tantangan terbuka. Jika memang ada persoalan kepemimpinan, penyelesaiannya harus mengikuti mekanisme organisasi.
“Kalau ada yang ingin mengganti ketua, silakan tempuh mekanisme resmi. Jangan melempar sayembara kepada media atau LSM. Kami tidak butuh kursi. Yang kami tuntut adalah aturan yang jelas, transparansi dan pertanggungjawaban,” ujarnya.
Muhlis juga meminta Syamsul Muarif menjelaskan secara terbuka kepada siapa sayembara tersebut ditujukan dan apa maksud sebenarnya dari tawaran Rp5 juta tersebut.
“Kalau memang serius, jelaskan. Kalau hanya bercanda, jangan membawa nama dan marwah PBVSI ke ruang publik. Jangan karena dikritik kemudian media dan LSM seolah-olah ditantang untuk mengambil jabatan,” katanya.
Ia menegaskan LSM BIDIK tidak memiliki kepentingan untuk merebut posisi Ketua PBVSI.
“Kami tidak mau kursinya. Kami mau aturannya. Kalau aturan benar, kami dukung. Kalau ada yang janggal, kami pertanyakan. Sesederhana itu,” tegas Muhlis.
Menurutnya, semakin tinggi posisi seseorang dalam organisasi, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga sikap, ucapan dan marwah lembaga.
“PBVSI bukan milik pribadi ketua. Ada atlet, klub, pengurus dan masyarakat olahraga. Jangan sampai organisasi kehilangan wibawa hanya karena pernyataan yang justru memancing polemik,” pungkasnya.
Kini publik menunggu klarifikasi Ketua PBVSI Sumenep Syamsul Muarif mengenai pernyataan “sayembara” tersebut.
Apakah benar ada tawaran Rp5 juta? Kepada siapa ditujukan? Dan apa dasar serta maksudnya? Publik berhak mendapatkan penjelasan.












