Example floating
Example floating
Uncategorized

Pekerjaan Baja Ringan di Sekolah Angkatan IV dan Duko III Diduga Asal-asalan

148
×

Pekerjaan Baja Ringan di Sekolah Angkatan IV dan Duko III Diduga Asal-asalan

Sebarkan artikel ini

Sumenep, PilarJatim.id – Proyek pemasangan baja ringan di SD Negeri Angkatan IV dan SD Negeri Duko III, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pekerjaan yang semestinya meningkatkan mutu sarana pendidikan itu justru diduga dikerjakan tanpa memperhatikan standar mutu dan spesifikasi teknis yang semestinya.

 

Sejumlah masyarakat menilai, baja ringan yang dipasang tidak sesuai spesifikasi sebagaimana tercantum dalam kontrak pekerjaan. Indikasi itu terlihat dari ketebalan rangka yang diduga terlalu tipis, sambungan yang tidak presisi, serta metode pemasangan yang dinilai asal-asalan. Akibatnya, bangunan sekolah dikhawatirkan tidak memiliki daya tahan yang baik dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik, (1/12/2025).

 

Seorang tokoh masyarakat Kangean yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kualitas baja ringan yang digunakan “sangat meragukan” dan tidak mencerminkan nilai proyek yang digelontorkan negara. “Kalau ini dibiarkan, negara dirugikan, dan anak-anak kami yang menjadi taruhannya. Ini bukan proyek main-main, ini fasilitas pendidikan,” tegasnya.

 

Nada serupa juga datang dari tokoh organisasi keagamaan setempat. Ia menyayangkan dugaan lemahnya pengawasan serta kualitas pekerjaan yang jauh dari profesional. “Dana publik harus dikelola secara amanah. Jika benar spesifikasi tidak sesuai, ini bukan hanya soal teknis, tapi juga soal moral dan tanggung jawab,” ujarnya.

 

Dari informasi yang dihimpun, proyek tersebut diduga dikerjakan oleh seseorang berinisial IC. Masyarakat mendesak agar instansi terkait segera turun tangan melakukan audit teknis untuk memeriksa kesesuaian material dan metode pekerjaan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Mereka juga meminta aparat pengawas internal dan eksternal melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran administrasi hingga pidana.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap, pemerintah daerah dan instansi berwenang tidak menutup mata, serta segera mengambil langkah tegas demi melindungi keselamatan siswa dan mengamankan keuangan negara.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan