MALANG,PilarJatim.id – Dua Rumah Terbakar dalam Sehari di Kabupaten Malang kembali dihadapkan pada rentetan musibah kebakaran. Dalam kurun waktu kurang dari 12 jam, dua rumah warga di Kecamatan Turen dan Kecamatan Wajak dilalap si jago merah pada Senin (15/6/2026).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kedua peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan cukup besar.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 13.05 WIB di rumah milik Firdan, warga RT 14 RW 01 Desa Sedayu, Kecamatan Turen. Kobaran api yang muncul dari bagian rumah dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan sebelum warga sempat melakukan penyelamatan barang-barang berharga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga dipicu aktivitas memasak menggunakan kayu bakar yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Api yang semula berasal dari tungku diduga merambat ke bagian rumah dan memicu kebakaran hebat. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memadamkan api secara manual sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Laporan masuk sekitar pukul 13.35 WIB dan petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Saya tidak mengetahui kejadiannya, Pak. Saat pulang rumah sudah dalam kondisi terbakar,” ujar anak pemilik rumah kepada awak media.
Berkat kesigapan warga dan petugas, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak menjalar ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi. Namun, belum genap sehari berlalu, kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Sekitar pukul 20.00 WIB, rumah milik Jupri, warga RT 12 RW 03 Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, dilaporkan terbakar.
Saat kejadian, penghuni rumah diketahui sedang tidak berada di tempat. Kebakaran baru diketahui setelah api membesar dan melalap sebagian besar bangunan rumah.
Kapolsek Wajak AKP Achmad Zaini menjelaskan, tidak ada saksi yang mengetahui secara pasti awal munculnya api.
“Penghuni rumah sedang tidak berada di rumah. Sementara anaknya yang baru pulang bekerja tidak mengetahui apa-apa dan mendapati rumahnya sudah dilalap si jago merah,” ungkap AKP Achmad Zaini.
Petugas bersama warga setempat bergerak cepat melakukan pemadaman guna mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran di Desa Patokpicis masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan instansi terkait. Dua peristiwa kebakaran yang terjadi dalam satu hari tersebut menjadi alarm serius bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik yang berasal dari aktivitas memasak, instalasi listrik, maupun sumber api lainnya.
Aparat dan pemerintah setempat mengimbau warga untuk tidak meninggalkan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api tanpa pengawasan serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Langkah cepat dalam pelaporan dinilai sangat penting untuk meminimalkan kerugian dan mencegah meluasnya dampak kebakaran.












