Example floating
Example floating
PeristiwaBerita

Kesabaran Warga Habis! Tambang Galian C Mojoduwur Ditekan Keras, CSR Diduga Diabaikan Bertahun-tahun

504
×

Kesabaran Warga Habis! Tambang Galian C Mojoduwur Ditekan Keras, CSR Diduga Diabaikan Bertahun-tahun

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, pilarjatim.id — Kesabaran warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, kian menipis. Aktivitas tambang galian C yang terus berjalan kini mendapat tekanan keras, menyusul dugaan pengabaian kewajiban Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) yang tak kunjung direalisasikan.

Warga menilai perusahaan hanya mengambil keuntungan dari sumber daya alam setempat, sementara dampak yang ditinggalkan justru harus ditanggung masyarakat. Jalan desa rusak parah, debu mengganggu kesehatan, hingga getaran yang diduga merusak bangunan rumah menjadi keluhan yang terus berulang.

Lebih dari itu, janji-janji soal CSR yang selama ini disampaikan disebut tidak pernah diwujudkan secara nyata.

“Sudah bertahun-tahun kami menunggu. Yang kami dapat hanya janji. Sementara kerusakan terus terjadi setiap hari,” tegas Slamet Riyadi (45), tokoh masyarakat, dengan nada geram.

Kekecewaan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka menilai jika dugaan ini benar, maka perusahaan terkesan mengabaikan tanggung jawab sosial yang seharusnya menjadi kewajiban, bukan sekadar formalitas.

“Keuntungan terus berjalan, tapi warga yang menanggung dampaknya. Kami butuh bukti nyata, bukan janji,” ujar Sugeng (40).

Sumiati (37), warga setempat, bahkan menyebut harapan masyarakat sejak awal kehadiran tambang kini nyaris pupus.

“Dulu kami berharap ada manfaat untuk desa. Tapi sampai sekarang tidak ada perubahan yang kami rasakan,” ungkapnya.

Tekanan warga kini semakin tegas. Mereka mendesak agar program CSR segera direalisasikan tanpa penundaan. Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, warga mengancam akan melakukan aksi blokade hingga menghentikan operasional tambang.

“Kami tidak ingin konflik, tapi kalau terus diabaikan, kami siap bergerak,” tegas salah satu perwakilan warga.

Situasi ini menjadi sorotan serius dan menuntut peran aktif Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Warga meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera turun tangan untuk memastikan perusahaan menjalankan kewajibannya sesuai aturan.

Sementara itu, saat tim media mendatangi lokasi tambang, area terlihat sepi tanpa aktivitas. Pihak pengelola belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga, yang justru semakin memperkuat tanda tanya di tengah masyarakat.

Kasus ini menjadi peringatan keras: jika dugaan pengabaian tanggung jawab sosial benar terjadi, maka keberadaan tambang tidak lagi membawa manfaat, melainkan menjadi beban bagi masyarakat sekitar.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *