SUMENEP, PilarJatim.id — Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, semakin meriah dengan pertandingan sepak bola antarinstansi yang digelar di Lapangan Raden Soepono, Desa Paseraman.
Rangkaian pertandingan tersebut mencapai puncaknya dalam laga grand final yang mempertemukan PLN FC menghadapi Puskesmas Arjasa FC untuk memperebutkan posisi juara pertama.
Sejak pertandingan dimulai, kedua kesebelasan tampil penuh semangat. Permainan berlangsung alot dan sengit. Masing-masing tim berusaha menciptakan peluang untuk membobol gawang lawan.
Suasana pertandingan semakin panas sekaligus meriah dengan sorak-sorai para pendukung kedua kesebelasan yang terus memberikan dukungan dari pinggir lapangan.
Yang menarik, kedua tim juga membawa spanduk dukungan dengan slogan masing-masing. Pendukung PLN FC membentangkan spanduk bertuliskan “Kangean Alectric Tak Terak Tak Bele”, sementara pendukung Puskesmas Arjasa FC membawa spanduk bertuliskan “Puskesmas Arjasa Tantona Bede di Ate”.
Kehadiran spanduk-spanduk tersebut tidak hanya menjadi penyemangat bagi para pemain, tetapi juga menambah warna dan semarak suasana pertandingan. Dukungan suporter terdengar silih berganti sepanjang laga.
Di tengah permainan yang berlangsung ketat, PLN FC akhirnya berhasil mencetak satu gol. Hingga pertandingan berakhir, Puskesmas Arjasa FC belum mampu menyamakan kedudukan.
PLN FC pun keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 dan berhak menyandang gelar juara pertama pertandingan sepak bola antarinstansi dalam rangka Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Arjasa.
Meski harus menerima kekalahan, Puskesmas Arjasa FC tetap mendapatkan apresiasi atas perjuangannya hingga partai final. Kedua kesebelasan telah menunjukkan permainan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Pertandingan tersebut bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, sepak bola antarinstansi menjadi ruang silaturahmi, mempererat kebersamaan, serta membangun semangat persaudaraan antarinstansi dan masyarakat Kecamatan Arjasa.
Semarak kemerdekaan pun terasa semakin hidup. Di lapangan ada persaingan, di luar lapangan tetap bersaudara. Semangat itulah yang menjadi warna dalam grand final sepak bola antarinstansi tersebut.












