Breaking news, SUMENEP, PilarJatim.id — Pelayanan pemerintah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat kembali terlihat di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Hanya berselang 24 jam setelah keluhan warga disampaikan melalui media sosial TikTok, pohon asam yang dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan langsung ditangani dan ditebang.
Keluhan tersebut berawal dari unggahan akun TikTok @jovan. Dalam unggahannya, warga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi pohon asam yang berada di pinggir jalan. Menurutnya, kondisi pohon tersebut cukup mengkhawatirkan karena sewaktu-waktu dapat tumbang dan menimpa masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.
Atas kekhawatiran tersebut, warga kemudian meminta bantuan kepada Camat Arjasa Subiyakto, S.H., M.H. agar kondisi pohon segera mendapatkan perhatian pemerintah.
Respons cepat pun ditunjukkan Camat Arjasa. Setelah mengetahui adanya keluhan masyarakat, tidak membutuhkan waktu berhari-hari. Dalam jangka waktu 24 jam, pemerintah langsung mengambil tindakan di lapangan.
Pada Senin, 7 September 2026, pohon asam tersebut akhirnya ditebang sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Camat: Keluhan Masyarakat Jangan Berlarut-larut
Camat Arjasa menegaskan bahwa keluhan masyarakat harus segera mendapatkan respons, terlebih apabila berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.
“Keluhan masyarakat harus segera ditanggapi, jangan sampai berlarut-larut,” tegasnya.
Respons tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang menyampaikan laporan secara formal. Ketika ada informasi mengenai potensi bahaya di tengah masyarakat, pemerintah dapat langsung turun untuk memastikan kondisi dan mengambil langkah yang diperlukan.
Semua Turun Tangan
Penanganan pohon asam tersebut dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan penebangan dihadiri Forkopimka Arjasa, Kepala Desa Pandeman bersama perangkat desa, PLN Kangean, Telkom, tim DLH, serta Tagana.
Semua unsur tersebut bergerak bersama di lapangan untuk memastikan proses penanganan berlangsung dengan aman dan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama karena lokasi pohon berada di kawasan yang berdekatan dengan fasilitas dan jaringan utilitas.
Kebersamaan berbagai unsur dalam penanganan tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan kepada masyarakat membutuhkan koordinasi dan kepedulian bersama.
Dari Unggahan TikTok Menjadi Tindakan Nyata
Peristiwa ini menjadi contoh bahwa media sosial dapat menjadi salah satu jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Sebuah unggahan warga yang berisi kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan tidak berhenti menjadi perbincangan di dunia maya.
Dalam waktu 24 jam, keluhan tersebut berubah menjadi tindakan nyata di lapangan.
Masyarakat menyampaikan keluhan, pemerintah mendengar, kemudian seluruh unsur terkait bergerak bersama.
Langkah cepat tersebut diharapkan menjadi budaya pelayanan publik di tingkat pemerintahan, bahwa setiap persoalan yang menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat harus segera direspons sesuai kewenangan.
Bukan menunggu viral, bukan menunggu korban. Ketika masyarakat mengeluhkan potensi bahaya, pemerintah hadir dan mengambil tindakan.
Itulah pelayanan pemerintah yang benar-benar menyentuh masyarakat: cepat, responsif, dan hadir langsung di tengah warga.












