SUMENEP, pilarjatim.id — Harapan untuk memperoleh penghasilan dari sebuah kerja sama justru berujung kekecewaan bagi seorang warga Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura. Warga berinisial J mengaku hingga kini hanya menerima janji manis terkait hasil pekerjaan dan upah atau gaji yang sebelumnya dijanjikan.
Berdasarkan informasi yang diterima, persoalan itu bermula ketika J diajak bekerja sama dalam sebuah pekerjaan oleh seorang oknum anggota TNI yang disebut berasal dari Kabupaten Jember. Dalam kerja sama tersebut, J disebut mendapat janji akan memperoleh hasil serta upah atau gaji sebagai bentuk kompensasi atas pekerjaan yang dijalankan.
Namun, janji yang semula menjadi harapan itu, menurut pengakuan J, tak kunjung terealisasi.
“Awalnya dijanjikan akan mendapatkan hasil dan upah atau gaji. Tetapi sampai sekarang yang saya terima hanya janji,” ungkap J kepada media.
Kondisi tersebut membuat J merasa dirugikan. Ia berharap ada kejelasan dan itikad baik dari pihak yang mengajaknya bekerja sama, terutama terkait hak yang menurutnya telah dijanjikan sejak awal.
Kasus ini pun menjadi perhatian karena pihak yang disebut dalam persoalan tersebut diduga merupakan oknum aparat. Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi secara berimbang kepada pihak yang bersangkutan maupun institusi terkait.
Media ini masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak yang disebut dalam pengaduan tersebut guna memperoleh penjelasan dari sisi lain. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan, dan pihak yang merasa disebut atau dirugikan dalam pemberitaan ini memiliki hak jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.
Jika benar terdapat kesepakatan kerja dan janji pembayaran yang belum dipenuhi, persoalan tersebut perlu segera diperjelas agar tidak menimbulkan dugaan adanya pemanfaatan posisi atau relasi tertentu yang berpotensi merugikan masyarakat.
Publik kini menanti: apakah janji upah tersebut akan benar-benar direalisasikan, atau J akan terus dibiarkan menunggu di bawah bayang-bayang janji manis tanpa kepastian?












