Berita

Semarak HUT RI di Arjasa Berubah Haru, Sekitar 100 Siswa Pingsan dan Aparat Berjibaku Menolong

853
×

Semarak HUT RI di Arjasa Berubah Haru, Sekitar 100 Siswa Pingsan dan Aparat Berjibaku Menolong

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, pilarjatim.id — Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, mendadak berubah menjadi suasana penuh haru dan kekhawatiran. Kegiatan gerak jalan umum yang digelar panitia diwarnai banyaknya peserta yang mengalami kelelahan hingga pingsan.

Informasi di lapangan menyebutkan sekitar 100 siswa mengalami pingsan, dengan mayoritas merupakan siswi sekolah. Ambulans pun mondar-mandir membawa peserta yang membutuhkan pertolongan, sementara Puskesmas Arjasa dipenuhi siswa yang mendapatkan penanganan medis.

Tenaga kesehatan tidak bekerja sendiri. Anggota Polsek Arjasa dan Koramil Arjasa turut berjibaku memberikan pertolongan kepada para siswa yang tumbang. Panitia juga ikut turun langsung membantu dan memastikan kondisi peserta segera mendapatkan penanganan.

Ketua Panitia Penyelenggara HUT ke-81 RI Kecamatan Arjasa sekaligus Ketua PGRI Arjasa, H. Fahri, S.Pd., M.Si., mengaku sempat kebingungan melihat banyaknya siswa yang jatuh pingsan.

“Saya sempat kebingungan karena banyak siswa yang jatuh pingsan. Padahal rute yang ditempuh kurang lebih hanya satu kilometer,” ungkap H. Fahri.

Melihat kondisi peserta yang semakin banyak membutuhkan pertolongan, Fahri bahkan sempat mempertimbangkan untuk memotong rute gerak jalan demi mengutamakan keselamatan para pelajar.

Fahri bersama tenaga kesehatan kemudian ikut berjibaku membantu para siswi yang mengalami pingsan. Seluruh tenaga medis dikerahkan untuk memberikan pertolongan.

“Saya berharap adik-adik kita semuanya dalam keadaan selamat. Semua tenaga medis sudah dikerahkan,” ujarnya.

Menurut Fahri, kondisi tersebut kemungkinan dipengaruhi cuaca yang sangat panas dan kelelahan peserta. Namun, keselamatan para pelajar menjadi perhatian utama panitia.

“Mungkin ini faktor cuaca yang sangat panas dan juga kecapekan. Namun saya berharap semoga adik-adik kita selamat dan sehat,” harapnya.

Di Balik Semarak Kemerdekaan, Ada Kepedulian

Peristiwa tersebut menjadi gambaran bahwa di balik kemeriahan peringatan kemerdekaan, ada perjuangan dan kepedulian yang tidak terlihat dari panggung seremoni.

Ketika para siswa mulai tumbang, tenaga kesehatan bergerak. Ambulans terus melaju. Polisi dan TNI ikut turun tangan. Panitia tidak tinggal diam.

Tidak ada lagi sekat antara petugas, panitia dan peserta. Yang terpenting saat itu hanya satu: bagaimana memastikan anak-anak kembali dalam keadaan selamat.

Kemerdekaan bukan hanya tentang bendera yang berkibar, barisan yang rapi atau kemeriahan perlombaan. Kemerdekaan juga tentang kepedulian, kemanusiaan dan tangan yang terulur ketika sesama membutuhkan pertolongan.

Semoga seluruh siswa yang mengalami pingsan segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat.

Mereka bukan sekadar peserta gerak jalan. Mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan langkah bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan