SUMENEP, pilarjatim.id — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, menggelar pertandingan sepak bola antarkampung (Tarkam) di Lapangan Raden Soepeno, Desa Paseraman.
Turnamen yang dimulai sejak 10 Agustus 2026 tersebut berlangsung selama delapan hari dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Puncak pertandingan digelar pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 RI.
Pada laga final yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB, dua kesebelasan terbaik, FC Begisar Putih Ponggean dan FC PSJ Jhelokbi, harus beradu kekuatan untuk memperebutkan gelar juara.
Pertandingan berlangsung sengit, terutama ketika laga memasuki babak-babak krusial. Kedua tim tampil penuh semangat dan berusaha menciptakan peluang untuk membawa pulang gelar juara.
Hingga pertandingan berakhir, FC Begisar Putih Ponggean berhasil keluar sebagai juara setelah menundukkan FC PSJ Jhelokbi dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan tersebut disambut antusias oleh pendukung FC Begisar Putih Ponggean. Sementara FC PSJ Jhelokbi harus puas menjadi runner-up setelah memberikan perlawanan hingga peluit akhir.
Kepala Desa Paseraman Sahnan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertandingan tersebut. Ia berharap kegiatan olahraga antarkampung tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan persaudaraan masyarakat.
Menurutnya, pertandingan sepak bola menjadi salah satu sarana positif untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan sekaligus menumbuhkan sportivitas generasi muda.
Sementara itu, apresiasi juga datang dari Radar Kangean melalui grup Facebook-nya. Dalam unggahannya disebutkan bahwa Tarkam Paseraman dinilai sebagai salah satu pertandingan antarkampung yang sukses di Kepulauan Kangean.
“Alhamdulillah Tarkam Paseraman masuk dalam kategori tersukses sekepulauan Kangean. Dengan predikat Zero Accident. Selamat buat semuanya.”
Predikat Zero Accident menjadi catatan positif dalam pelaksanaan turnamen tersebut. Artinya, selama rangkaian pertandingan berlangsung, kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Kesuksesan Tarkam Paseraman menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi ruang memperkuat persaudaraan masyarakat. Semangat kompetisi tetap berjalan, tetapi keamanan, sportivitas dan kebersamaan menjadi bagian penting yang tidak boleh ditinggalkan.
FC Begisar Putih Ponggean keluar sebagai juara, tetapi kemenangan terbesar Tarkam Paseraman adalah ketika seluruh masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan aman, tertib dan penuh persaudaraan.












