Hukum & KriminalBerita

Sinergi Bea Cukai dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika Senilai Miliaran Rupiah

58011
×

Sinergi Bea Cukai dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika Senilai Miliaran Rupiah

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO, pilarjatim.id – Sinergi Bea Cukai Juanda, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, dan Satgaspam Lanudal Juanda kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional melalui Bandara Internasional Juanda.

Seorang penumpang pesawat berinisial DI (21) yang tiba dari rute Kuala Lumpur (Malaysia) – Surabaya pada Rabu (29/7/2026) diamankan setelah petugas menemukan narkotika golongan I yang disembunyikan di tubuhnya menggunakan metode body strapping.

Pengungkapan kasus ini bermula dari pengawasan berbasis analisis risiko (risk management) terhadap penumpang internasional. DI teridentifikasi sebagai penumpang berisiko tinggi sehingga diarahkan ke jalur merah untuk menjalani pemeriksaan mendalam di area pabean.

Saat dilakukan body tapping, petugas mencurigai adanya benda yang disembunyikan di balik pakaian tersangka. Kecurigaan tersebut terbukti setelah pemeriksaan fisik menemukan empat bungkus kristal putih seberat bruto sekitar 990 gram yang diduga metamfetamina (sabu) serta empat bungkus berisi 1.089 butir tablet yang diduga ekstasi (MDMA).

Seluruh barang haram tersebut disembunyikan dengan cara dililitkan pada bagian perut, dada, dan punggung menggunakan korset khusus untuk mengelabui petugas.

Hasil pengujian awal menggunakan Narcotics Identification Kit (NIK) dan alat Rigaku menunjukkan bahwa kristal putih tersebut positif mengandung metamfetamina, sedangkan ribuan tablet yang diamankan positif mengandung MDMA (ekstasi).

Selanjutnya, tersangka beserta seluruh barang bukti diserahkan kepada Satgaspam Lanudal Juanda untuk proses penyidikan lebih lanjut, termasuk pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang diduga terlibat.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Rusman Hadi, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen Bea Cukai dalam menjalankan fungsi community protector melalui pengawasan berbasis intelijen, analisis risiko, serta sinergi dengan aparat penegak hukum.

“Modus penyelundupan narkotika terus berkembang. Karena itu, Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan berbasis intelijen dan analisis risiko serta meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum untuk mencegah masuknya barang terlarang yang mengancam keselamatan masyarakat,” tegas Rusman Hadi.

Keberhasilan pengungkapan ini kembali menunjukkan bahwa upaya penyelundupan narkotika melalui jalur udara masih menjadi ancaman serius. Sinergi antarlembaga diharapkan terus diperkuat guna memutus rantai peredaran narkoba sekaligus melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya penyalahgunaan narkotika

Tinggalkan Balasan