SUMENEP, pilarjatim.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di kawasan Kepulauan Sapeken kec Sapeken Kabupaten Sumenep hingga kini belum beroperasi meski fasilitas pendukung disebut telah siap. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat yang selama ini menaruh harapan besar terhadap program tersebut.
Sejumlah warga menilai program MBG sangat dibutuhkan, khususnya bagi siswa dan siswi di wilayah kepulauan. Selain untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah, program ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda di daerah kepulauan.
Namun hingga memasuki pertengahan tahun 2026, operasional program MBG 3T di wilayah kepulauan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi dan pertanyaan dari masyarakat mengenai kendala yang menyebabkan program tersebut belum dapat direalisasikan.
Untuk memperoleh penjelasan yang akurat, awak media melakukan konfirmasi kepada Koordinator Wilayah Madura Program MBG, Moh. Kholilurrahman.
Dalam keterangannya, Moh. Kholilurrahman menjelaskan bahwa mekanisme operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah terpencil memiliki tahapan yang berbeda dengan wilayah aglomerasi atau perkotaan.
“SPPG terpencil belum bisa beroperasi karena tahapannya cukup banyak dan berbeda dengan SPPG aglomerasi. Setelah fasilitas selesai dibangun oleh investor, akan dilakukan pengecekan dan appraisal oleh tim Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Setelah itu dilanjutkan survei lapangan oleh SPPI. Jika seluruh tahapan dinyatakan layak dan sesuai ketentuan, maka SPPG dapat mulai beroperasi sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Terkait adanya dugaan hambatan dalam proses pelaksanaan program, ia menegaskan bahwa tidak terdapat kendala teknis yang berarti.
“Secara kendala tidak ada. Saat ini hanya menunggu proses appraisal dari DJKN selesai,” tambahnya.
Sementara mengenai kepastian waktu operasional program MBG di wilayah kepulauan, Moh. Kholilurrahman menyampaikan optimisme bahwa program tersebut dapat berjalan pada tahun ini.
“Insyaallah tahun ini. Namun untuk waktu pastinya kapan, kami belum bisa memastikan karena masih menunggu proses yang sedang berjalan,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat kepulauan berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mempercepat seluruh tahapan administrasi yang masih berlangsung. Pasalnya, program MBG merupakan salah satu program yang sangat dinantikan oleh para pelajar dan orang tua di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses layanan.
Publik berharap kehadiran program MBG tidak hanya menjadi wacana semata, melainkan segera dapat dirasakan manfaatnya oleh siswa dan siswi di daerah kepulauan. Dengan demikian, tujuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat segera terwujud.
Kini masyarakat hanya menunggu kepastian kapan program MBG 3T benar-benar mulai beroperasi, sehingga harapan besar yang selama ini disematkan terhadap program tersebut dapat menjadi kenyataan bagi ribuan pelajar di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.












