Sumenep, pilarjatim.id — Konsultan Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Haji Rudi, menegaskan bahwa pelaksanaan proyek nasional Koperasi Desa Merah Putih berjalan sesuai prosedur dan berada dalam pengawasan ketat, termasuk dari unsur Babinsa yang turut mengawasi langsung proses pengerjaan di lapangan.
“Semua pekerjaan ini diawasi, termasuk oleh Babinsa. Jadi tidak bisa dikerjakan sembarangan,” ujar Haji Rudi kepada awak media.
Menanggapi kabar miring yang beredar di masyarakat, terutama isu adanya pihak yang merasa terintimidasi dan dirugikan, Haji Rudi dengan tegas membantah tudingan tersebut. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada satu pun pihak yang datang langsung menyampaikan keberatan atau pengaduan kepadanya.
“Kalau memang ada yang merasa terintimidasi atau dirugikan, silakan temui saya. Saya siap bertanggung jawab. Tapi sampai hari ini, belum ada satu pun yang datang seperti yang dirumorkan,” tegasnya.
Haji Rudi juga menegaskan komitmennya untuk selalu terbuka dan kooperatif terhadap siapa pun yang ingin meminta klarifikasi. Ia menyebut dirinya siap berdialog dan menyelesaikan persoalan secara bijaksana apabila ada kesalahpahaman di lapangan.
“Saya selalu welcome. Pintu saya terbuka untuk siapa saja,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, khususnya di era digital saat ini yang kerap diwarnai kabar tidak akurat dan tidak bertanggung jawab.
“Kami mohon dukungan masyarakat agar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini berjalan lancar. Tidak ada yang kami rahasiakan. Semua terbuka, mulai dari mandor, tukang, hingga Babinsa, jika rapat selalu dalam satu forum. Tidak ada arahan berbeda-beda,” tambahnya.
Lebih lanjut, Haji Rudi menjelaskan bahwa dirinya ditunjuk sebagai Konsultan Kecamatan Pragaan untuk mendukung kelancaran proyek nasional tersebut. Menurutnya, dengan kondisi geografis wilayah yang cukup menantang, kehadiran konsultan dan tim pendamping menjadi faktor penting agar proyek dapat berjalan efektif.
“Tanpa konsultan dan tim yang memahami kondisi wilayah, proyek ini tidak mungkin berjalan optimal. Ini bukan pekerjaan saya sendiri, banyak pihak yang terlibat demi kesuksesan program ini. Mari kita sukseskan bersama,” pungkasnya.














