PeristiwaBerita

Proyek Pengaspalan di Sidorejo Jabung Berujung Petaka, “Mobil Xenia Raib”, Sang Kades Pilih Bungkam

19794
×

Proyek Pengaspalan di Sidorejo Jabung Berujung Petaka, “Mobil Xenia Raib”, Sang Kades Pilih Bungkam

Sebarkan artikel ini

MALANG,PilarJatim.id Pelaksanaan proyek pengaspalan jalan di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menyisakan kekecewaan mendalam bagi warga setempat. Proyek Pengaspalan di Sidorejo Jabung Berujung Petaka, “Mobil Xenia Raib” Sang Kades Pilih Bungkam. Mobil Warga Singosari Bernopol

N 1185 EI yang sedang berkunjung kelokasi Warga Sekitar, Bertepatan dengan adanya Kegiatan pengerjaan proyek pengaspalan, Sang pemilik Kendaraan Abah Rifa’i tercengang ketika tau bahwa kendaraan nya hilang. Saat Dikonfirmasi bahwa ada Kejadian tersebut Kades Mundir Ali Lebih Pilih Bungkam. Proyek pembangunan infrastruktur yang seharusnya membawa kebaikan ini justru diwarnai peristiwa kriminalitas setelah satu unit mobil Xenia dilaporkan raib dari lokasi pengerjaan.

“Ini bentuk keangkuhan publik yang tidak bisa ditoleransi. Kepala Desa digaji dari uang rakyat, tetapi ketika rakyatnya kehilangan aset berharga akibat proyek desa yang ugal-ugalan, dia justru bertindak seolah tak bersalah dan menutup mata!”

​Mobil jenis Daihatsu Xenia dengan nomor polisi N 1185 EI hilang saat pengerjaan pengaspalan berlangsung. Ketiadaan pengawasan yang ketat dan abainya aspek keandalan sistem keamanan selama proyek berjalan diduga kuat menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. ​Kades Alergi Media dan Bungkam Soal Tanggung Jawab, ​Ketimbang menunjukkan iktikad baik dan transparansi publik, Kepala Desa Sidorejo justru memilih menutup diri.

Sikap acuh tak acuh pemimpin kepala desa

Berulang kali awak media berupaya melakukan konfirmasi terkait pertanggungjawaban pemerintah desa atas insiden tersebut, namun tidak ada respons atau itikad baik untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan. ini menimbulkan spekulasi dan tuduhan serius dari masyarakat. Publik menilai ada pembiaran terhadap celah keamanan dalam proyek desa, serta bentuk pengabaian atas nasib korban yang kehilangan aset berharga akibat dampak tak langsung dari proyek tersebut.

“Arogan dan tidak responsif. Seorang kepala desa seharusnya memfasilitasi perlindungan bagi warganya dan terbuka pada transparansi publik, bukan malah lari dan bungkam saat ada masalah serius yang merugikan warga sendiri.”

Masyarakat mendesak aparat kepolisian turun tangan menyelidiki kasus kehilangan mobil ini sekaligus mengevaluasi pelaksanaan proyek pengaspalan di Desa Sidorejo agar tidak menimbulkan korban-korban berikutnya. Proyek bernilai publik yang seharusnya membawa kemajuan justru menyisakan nestapa bagi warga: satu unit mobil milik warga raib tanpa jejak di tengah hiruk-pikuk pengerjaan. ​Mobil Daihatsu Xenia bertanda nomor kendaraan N 1185 EI hilang di area pengerjaan proyek. Kejadian ini menjadi bukti telanjang betapa carut-marutnya manajemen lapangan dan nihilnya pengawasan keamanan dari pihak penyelenggara proyek.

 

“saat Dikonfirmasi oleh Jurnalis Sang Kades Sidorejo Mundir Ali, Memilih Bungkam”.

Pejabat Penakut: Kades Lari dari Tanggung Jawab

​Bukannya pasang badan dan memberikan perlindungan kepada warganya yang dirugikan, Kepala Desa Sidorejo justru menunjukkan sikap pengecut. Ketika awak media mencoba meminta klarifikasi dan bentuk pertanggungjawaban atas kekacauan ini, sang Kades memilih bungkam dan bersembunyi di balik dinding kantornya. Rabu 16/09/2026 18.50 Wib Sang Camat Saat dikonfirmasi Menanggapi Dengan Normatif.

“tadi kami sarankan ke pak kades untuk cek CCTV yang ada di warga sekitar (jika ada)…dan korban yang kehilangan kendaraan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian”, Ujar Sang Camat.

“Desakan Usut Tuntas” dan Evaluasi Total

​Sikap bungkam sang Kades bukan sekadar ketidakmampuan berkomunikasi, melainkan indikasi kuat adanya pembiaran dan pengabaian kewajiban moral maupun administratif. ​Publik kini mempertanyakan profesionalisme pengerjaan proyek di Desa Sidorejo yang dinilai rawan kriminalitas. Aparat penegak hukum (APH) didesak segera turun tangan, tidak hanya untuk memburu pelaku pencurian mobil N 1185 EI, tetapi juga memeriksa seluruh jajaran pemerintah desa dan pelaksana proyek atas dugaan kelalaian atas Peristiwa ini.

Tinggalkan Balasan