Berita

Pengukuhan JSI Sumenep Jadi Momentum Berbagi, 300 Anak Yatim Terima Santunan

559
×

Pengukuhan JSI Sumenep Jadi Momentum Berbagi, 300 Anak Yatim Terima Santunan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, pilarjatim.id — Suasana pengukuhan Pengurus Jurnalis Sumenep Independen (JSI) Kabupaten Sumenep periode 2026-2029 di Ballroom Myze Hotel Sumenep, Selasa (15/9/2026), berlangsung khidmat sekaligus penuh kepedulian sosial. Di tengah rangkaian pengukuhan kepengurusan baru, JSI turut memberikan santunan kepada 300 anak yatim bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep.

Momentum tersebut tidak sekadar menandai keberlanjutan kepengurusan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi JSI untuk menegaskan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyerahkan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim.

Bupati Fauzi mengapresiasi langkah JSI yang memadukan agenda pengukuhan organisasi dengan kegiatan sosial. Menurutnya, keberadaan organisasi maupun komunitas akan semakin berarti apabila mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Kolaborasi antara JSI dan Baznas dalam memberikan santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi,” ujar Fauzi.

Ia berharap kegiatan sosial tersebut tidak berhenti pada momentum pengukuhan, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Fauzi juga mendorong penguatan kolaborasi antara insan pers, pemerintah, Baznas dan berbagai elemen masyarakat untuk menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi warga Sumenep.

Sementara itu, Ketua JSI Sumenep Igusty Madani mengatakan, kegiatan santunan anak yatim bukan kali pertama dilakukan oleh organisasi yang dipimpinnya. Menurutnya, kegiatan sosial merupakan bagian dari komitmen JSI untuk hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menegaskan bahwa jurnalis tidak hanya bisa menulis berita dan opini, tetapi juga bisa bergerak di bidang sosial dengan cara menyantuni anak yatim, membangun musala, dan menjaga lingkungan wilayah kota dan desa agar tetap asri dan bersih,” kata Igusty.

Menurutnya, profesi jurnalistik memiliki ruang yang luas untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Pemberitaan tetap menjadi tugas utama, namun kepedulian terhadap persoalan sosial juga tidak boleh diabaikan.

Semangat tersebut, kata Igusty, sejalan dengan nilai Ihdinas Sirotol Mustaqim yang menjadi bagian dari arah dan komitmen JSI.

“Jurnalis tidak hanya hadir ketika ada peristiwa untuk diberitakan. Ketika melihat masyarakat membutuhkan bantuan, kita juga harus memiliki empati dan kepedulian sesuai kemampuan yang kita miliki,” ujarnya.

Ia menegaskan, JSI ingin membangun organisasi yang tidak hanya kuat dalam menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin membangun kolaborasi dengan berbagai sektor, utamanya di bidang sosial. Ini menjadi bagian dari penegasan berdirinya Jurnalis Sumenep Independen,” katanya.

Pegawai Baznas Kabupaten Sumenep, Sugeng Hariadi, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi profesi dan Baznas menjadi langkah positif untuk memperluas manfaat program sosial kepada masyarakat.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim, dapat merasakan manfaatnya.

Santunan kepada 300 anak yatim menjadi salah satu rangkaian penting dalam pengukuhan Pengurus JSI Sumenep periode 2026-2029. Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen JSI untuk menjalankan peran organisasi tidak hanya melalui karya jurnalistik, tetapi juga melalui kepedulian, empati dan aksi sosial.

Bagi JSI, fakta tetap menjadi dasar dalam menjalankan tugas jurnalistik. Namun, di tengah masyarakat, profesi tersebut juga diharapkan dapat menjadi jembatan kebaikan dan pengabdian.

Tinggalkan Balasan