Berita

Misteri Kematian Rohim di Batuputih Terjawab? Polisi Ungkap Fakta, Keluarga Pilih Ikhlas

641
×

Misteri Kematian Rohim di Batuputih Terjawab? Polisi Ungkap Fakta, Keluarga Pilih Ikhlas

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, pilarjatim.id — Kepolisian mengungkap kronologi kecelakaan tunggal yang menyebabkan Imron alias Muhammad Rohim, warga Dusun Janggerra Timur, Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026 sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah jembatan Jalan PUD, Dusun Mongguk, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih.

Kapolsek Batuputih AKP Abu Mahdura menjelaskan, sebelum kejadian korban diketahui berada di kawasan Pantai Badur bersama seorang perempuan berinisial TIFA. Dua teman korban, Haris dan Iyon, juga berada di kawasan tersebut, tetapi berada di gazebo berbeda.

Sekitar pukul 18.30 WIB, seorang saksi berinisial SUB, yang disebut sebagai Kepala Dusun Mura’as, bersama seorang lainnya mendatangi korban dan TIFA. Mereka kemudian berpindah ke lokasi yang dianggap lebih terang, yakni sebuah warung di kawasan Pasar Badur.

Setelah tiba di warung, korban kemudian memilih pulang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor menuju arah timur.

Dalam perjalanan, korban melintas di Jalan PUD Dusun Mongguk, Desa Juruan Daya. Di lokasi tersebut, sepeda motor Honda Vario warna merah tahun 2018 yang dikendarai korban diduga menabrak bagian got jembatan di sisi kiri jalan.

Benturan tersebut membuat korban terpental sekitar satu meter dari sepeda motornya.

Warga sekitar bernama Mashudi yang rumahnya berjarak sekitar 150 meter dari lokasi mengaku mendengar suara benturan. Ia kemudian mendatangi lokasi dan menemukan sepeda motor korban dalam kondisi rusak di sisi selatan got jembatan.

Korban ditemukan dalam posisi telungkup dan miring ke kanan. Dari hidung, mulut, serta kedua telinganya disebut keluar darah. Kondisi korban saat itu juga dalam keadaan setengah tidak sadarkan diri.

Warga kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban menggunakan sepeda motor menuju rumah Bidan Desa Badur sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Batuputih.

Di Puskesmas, korban masih sempat berbicara meski kondisinya tidak sepenuhnya sadar. Petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, antara lain pada bagian hidung, mulut, telinga, dada, paha, selangkangan, dan kaki.

Korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sekitar pukul 21.00 WIB. Sekitar pukul 21.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah kemudian dimakamkan keluarga pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di pemakaman Dusun Janggerra Timur, Desa Gadding, Kecamatan Manding.

Ayah Korban: Kami Sudah Ikhlas

Di tengah munculnya berbagai opini mengenai penyebab kematian Rohim, pihak keluarga memberikan penegasan.

Pusaha, ayah kandung korban, menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak memiliki keinginan membawa persoalan itu ke ranah hukum.

“Saya ikhlas atas kecelakaan yang menimpa anak saya,” ujar Pusaha.

Ia juga menegaskan tidak berencana membuat laporan terkait kematian anaknya. Keluarga memilih menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bahkan, keluarga disebut tidak menginginkan dilakukan autopsi terhadap jenazah Rohim.

“Bahkan tidak mau melakukan autopsi, karena takut dosa kepada yang sudah meninggal, dan saya sudah pasrah kepada Yang Maha Kuasa,” katanya.

Polisi: Belum Ada Bukti Kekerasan Disengaja

Polsek Batuputih juga telah mendatangi keluarga korban untuk meminta keterangan terkait kejadian tersebut.

Menurut kepolisian, keluarga menyatakan tidak berkenan apabila persoalan tersebut dilanjutkan ke proses hukum. Pihak keluarga mengaku telah menerima kejadian itu sebagai musibah dan takdir.

Sikap tersebut disampaikan setelah muncul sejumlah opini di masyarakat dan pemberitaan yang mempertanyakan kemungkinan adanya kekerasan terhadap korban.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menyatakan belum menemukan bukti yang cukup untuk menyimpulkan adanya kekerasan yang disengaja.

“Belum ditemukan bukti yang cukup terkait dugaan kekerasan yang disengaja terhadap korban,” terang Kapolsek Batuputih.

Kepolisian menegaskan bahwa opini yang berkembang di masyarakat tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian tanpa didukung bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Keluarga Tidak Ajukan Visum

Dalam proses penanganan kejadian, pihak RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep disebut tidak menerbitkan Visum et Repertum (VER).

Hal tersebut berkaitan dengan tidak adanya laporan dari pihak keluarga kepada kepolisian serta sikap keluarga yang tidak menghendaki proses hukum atas kejadian tersebut.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan sejumlah langkah untuk memperoleh gambaran mengenai kronologi kejadian.

Petugas telah mendatangi tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, berkoordinasi dengan pihak TNI, Puskesmas Batuputih, pemerintah desa, keluarga korban, serta pihak RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Polisi juga menyatakan akan melakukan klarifikasi kembali kepada keluarga menyusul munculnya pemberitaan dan opini di media daring mengenai kematian Rohim.

Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian Rohim, terlebih menyangkut dugaan kekerasan, sebelum terdapat bukti yang kuat dan keterangan resmi.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan yang telah dihimpun hingga saat ini, peristiwa tersebut mengarah pada dugaan kecelakaan tunggal.

Sementara itu, dugaan adanya kekerasan yang disengaja terhadap korban belum didukung bukti yang cukup.

Kepolisian masih membuka ruang klarifikasi apabila kemudian ditemukan informasi atau bukti baru yang relevan dengan perkara tersebut.

Dengan demikian, publik diharapkan tidak menjadikan spekulasi sebagai kesimpulan akhir. Kepastian mengenai suatu peristiwa pidana harus didasarkan pada fakta, bukti, keterangan saksi, serta proses pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Tinggalkan Balasan