SosialBerita

Di Tengah Kesendirian, Marsahu Tak Pernah Sendiri: Kades Paseraman Kembali Datang Membawa Kepedulian

636
×

Di Tengah Kesendirian, Marsahu Tak Pernah Sendiri: Kades Paseraman Kembali Datang Membawa Kepedulian

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, pilarjatim.id – Di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan, Kepala Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Sahnan, kembali menunjukkan bahwa seorang pemimpin bukan hanya hadir saat membangun desa, tetapi juga hadir untuk menguatkan warganya yang sedang berjuang menjalani hidup.

Kali ini, Sahnan didampingi Babinsa Desa Paseraman, Serka Hartadi, mengunjungi kediaman Marsahu, warga Dusun Ponggean yang telah lama hidup sebatang kara. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Desa menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebagai bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Bagi warga Desa Paseraman, kepedulian terhadap Marsahu bukanlah hal baru. Pada tahun 2024, Sahnan bersama Pemerintah Desa dan masyarakat bergotong royong membongkar rumah Marsahu yang saat itu sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Rumah yang nyaris roboh itu kemudian dibangun kembali agar Marsahu dapat tinggal di tempat yang lebih aman dan layak.

Meski rumahnya telah berdiri kokoh, perhatian pemerintah desa tidak berhenti sampai di situ. Sahnan memastikan bahwa Marsahu tetap mendapat perhatian dan pendampingan.

“Kami tidak ingin ada warga yang merasa sendirian. Pemerintah desa harus hadir, apalagi bagi masyarakat yang hidup tanpa keluarga dan membutuhkan uluran tangan,” ujar Sahnan.

Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Marsahu tampak terharu menerima kunjungan kepala desa dan Babinsa yang datang bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa perhatian dan kasih sayang.

Di kesempatan yang sama, Babinsa Desa Paseraman, Serka Hartadi, menegaskan bahwa kehadirannya bersama kepala desa merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai aparat kewilayahan.

“Ini adalah kewajiban saya sebagai Babinsa untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan warga yang membutuhkan tidak merasa sendiri dan tetap mendapatkan perhatian,” ujar Hartadi.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan aparat kewilayahan harus terus dibangun demi membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Kepedulian yang ditunjukkan Kepala Desa Sahnan bersama Babinsa mendapat apresiasi dari masyarakat. Mereka menilai seorang pemimpin sejati bukan hanya mampu membangun jalan dan fasilitas umum, tetapi juga mampu mengetuk pintu rumah warganya yang sedang mengalami kesulitan.

Kisah Marsahu menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan hidup seorang warga yang tinggal seorang diri, masih ada tangan-tangan yang tulus hadir memberi harapan. Kepedulian yang terus ditunjukkan Pemerintah Desa Paseraman membuktikan bahwa nilai kemanusiaan dan gotong royong tetap hidup, menjadi kekuatan yang menjaga tidak ada satu pun warga merasa ditinggalkan.

Tinggalkan Balasan