SUMENEP, pilarjatim.id — Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BIDIK, Muhlis Fajar, melayangkan tantangan terbuka yang sangat tajam kepada Kapolresta Sumenep yang baru, Kombes Pol Ariek Indra Sentanu.
Tantangan ini berkaitan dengan komitmen nyata kepolisian dalam memutus mata rantai jaringan mafia narkotika di empat wilayah kepulauan yang kini menyandang status darurat atau “zona merah”.
Keempat wilayah kepulauan yang disorot tajam oleh LSM BIDIK meliputi Pulau Kangean, Pulau Sapeken, Pulau Masalembu, dan Pulau Sapudi.Kawasan-kawasan ini dinilai menjadi titik paling rawan karena kondisi geografisnya yang terisolasi dan dipenuhi oleh pelabuhan tikus yang minim pengawasan aparat.
Muhlis Fajar menegaskan, peningkatan status kelembagaan dari Polres menjadi Polresta Sumenep harus menjadi momentum perubahan total dalam metode penegakan hukum.Pihaknya mengkritik keras pola pemberantasan narkoba selama ini yang dinilai hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
“Selama ini, masyarakat hanya disuguhkan tontonan penangkapan para pengguna atau kurir kecil saja di pulau-pulau tersebut.Polisi hampir tidak pernah menyentuh atau menangkap bandar besarnya. Kami menantang Kapolresta Sumenep yang baru, dengan pangkat Kombes Pol-nya, untuk membongkar akar masalah ini sampai ke tingkat bandar di empat pulau zona merah tersebut,” tegas Muhlis Fajar kepada awak media.
Modus Penyelundupan Jalur Laut di Empat Pulau Rawan
Menurut analisis LSM BIDIK, maraknya peredaran sabu di Kangean, Sapeken, Masalembu, dan Sapudi dipicu oleh lemahnya pengawasan di dermaga rakyat. Para bandar besar memanfaatkan perahu-perahu nelayan lokal atau kapal motor harian untuk menyelundupkan pasokan sabu dalam skala besar langsung dari luar Madura lewat jalur laut.
Ia menilai, jika polisi hanya terus-menerus menangkap pengguna atau pecandu, maka mata rantai peredaran narkoba di Sumenep tidak akan pernah terputus. Pengguna yang ditangkap hanya akan menjadi angka statistik, sementara para bandar besar tetap bebas meraup keuntungan dan merusak masa depan generasi muda kepulauan.
Ujian Nyata Bagi Pimpinan Berpangkat Kombes Pol
Dengan transisi kepemimpinan ke perwira menengah-tinggi berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), Polresta Sumenep kini dibekali dengan jumlah personel yang lebih besar, anggaran operasional yang lebih kuat, serta fasilitas patroli perairan yang lebih lengkap dari Mabes Polri.
LSM BIDIK menyatakan akan mengawal ketat kinerja Polresta Sumenep dalam beberapa bulan ke depan, terutama aksi nyata dari Satresnarkoba dan Satpolairud di wilayah perairan ujung timur Madura tersebut.
“Masyarakat menunggu pembuktian nyata di lapangan. Kalau kapolrestanya sudah berpangkat Kombes, harusnya nyalinya juga lebih besar untuk menyikat para bandar kakap di kepulauan, bukan lagi sibuk mengamankan pengguna kelas teri,” pungkas Muhlis Fajar. (Red)












