Example floating
Example floating
Berita

Makanan Bergizi Berubah Jadi Ancaman: SPPG Yayasan Batu Berlian Dikritik Usai Menu Siswa SD Berulat

374
×

Makanan Bergizi Berubah Jadi Ancaman: SPPG Yayasan Batu Berlian Dikritik Usai Menu Siswa SD Berulat

Sebarkan artikel ini

Sumenep, pilarjatim.id – Makanan Bergizi dari SPPG Yayasan Batu Berlian Diduga Tidak Layak Konsumsi: Ulat Ditemukan dalam Menu Gado-Gado untuk Siswa SDN Paseraman I

 

Program penyediaan makanan bergizi yang dikelola SPPG Yayasan Batu Berlian kembali menjadi sorotan setelah sebuah insiden serius terjadi di SDN Paseraman I, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Dalam menu gado-gado yang diberikan kepada siswa, ditemukan ulat di dalam sajian tersebut. Kasus ini memicu keprihatinan dan kemarahan masyarakat, terutama karena program ini seharusnya menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesehatan dan gizi anak sekolah, (12/12/2025).

 

Temuan ini pertama kali diketahui saat makanan didistribusikan kepada siswa, termasuk Ezrafan Nasif Arfan, siswa kelas 4 SDN Paseraman I. Temuan ulat pada makanan yang diklaim bergizi ini dianggap sebagai bentuk kelalaian serius dari pihak penyedia.

 

Ketua LSM DPC BIDIK Kecamatan Arjasa, Muhclis Fajar, mengecam keras kejadian tersebut. Ia menilai bahwa insiden ini merupakan bentuk kegagalan pengawasan serta ketidakhati-hatian dalam proses penyediaan konsumsi untuk anak sekolah.

 

> “Ini sangat merugikan pemerintah dan masyarakat. Harus ada tindakan tegas dan terukur. Alih-alih memberikan makanan bergizi, yang terjadi justru ditemukan ulat di dalam makanan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

 

Muhclis menilai bahwa penyedia makanan harus bertanggung jawab penuh, karena program gizi sekolah merupakan bagian dari kebijakan publik yang dibiayai negara. Ia menambahkan bahwa kelalaian semacam ini dapat membahayakan kesehatan anak dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.

 

Kepala SDN Paseraman I, AinurrRahman, turut memberikan penjelasan terkait insiden ini. Ia membenarkan bahwa memang ada makanan bergizi yang ditemukan berisi ulat.

 

> “Sebenarnya video itu untuk kalangan sendiri. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami tidak bermaksud membuka aib. Sekali lagi kami mohon maaf,” ujar AinurrRahman.

 

Pihak sekolah mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berharap penyedia makanan segera melakukan evaluasi menyeluruh agar hal serupa tidak terulang kembali.

 

Sorotan Publik: Pengawasan SPPG Dipertanyakan?

Temuan ulat dalam makanan kembali menimbulkan pertanyaan besar:

Bagaimana standar kebersihan dan pengawasan makanan di SPPG Yayasan Batu Berlian?

 

Apakah semua menu yang dibagikan ke sekolah-sekolah telah melalui proses pengecekan kualitas?

 

Mengapa kelalaian seperti ini bisa terjadi dalam program pemerintah yang berkaitan langsung dengan kesehatan anak?

 

Masyarakat menilai bahwa kesalahan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan dan hak anak untuk mendapatkan makanan yang sehat dan layak.

 

Tuntutan: Evaluasi Total dan Sanksi Tegas

Sejumlah pihak menilai bahwa insiden ini harus dijadikan momentum untuk:

 

1. Melakukan audit menyeluruh terhadap proses produksi, kebersihan, dan distribusi makanan oleh SPPG Yayasan Batu Berlian.

 

2. Memberikan sanksi tegas apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran standar kesehatan.

 

3. Menjamin bahwa program makanan bergizi benar-benar memenuhi standar gizi dan higienitas, bukan sekadar formalitas laporan.

 

Kasus ini menjadi bukti bahwa program penguatan gizi sekolah tidak cukup hanya dijalankan, tetapi harus diawasi ketat. Anak-anak berhak mendapatkan makanan yang bukan hanya bergizi, tetapi juga aman dan layak konsumsi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *