SUMENEP, pilarjatim.id – Kesabaran pelaksana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kebunan tampaknya telah mencapai titik akhir. Setelah menunggu sekitar tiga bulan tanpa kepastian terkait pemindahan kabel PDAM yang melintang di area pembangunan, pekerjaan proyek akhirnya tetap dilanjutkan meski kondisi di lapangan dinilai belum ideal.
Keputusan tersebut diambil karena proses pembangunan tidak memungkinkan untuk terus tertunda. Pemasangan atap tetap dilakukan meskipun kabel PDAM nantinya berada tepat di bawah konstruksi atap bangunan.
Mandor proyek berinisial M mengungkapkan bahwa berbagai langkah telah ditempuh, mulai dari koordinasi langsung hingga penyampaian surat resmi kepada pihak terkait. Namun hingga kini, belum ada penyelesaian konkret atas persoalan tersebut.
“Berbulan-bulan kami hanya menunggu. Sementara target penyelesaian pembangunan terus berjalan. Atap tetap kami pasang meskipun kabel itu nantinya berada di dalam bangunan, tepat di bawah atap,” ujarnya dengan nada kecewa, Selasa (30/6/2026).
Lambannya penanganan pemindahan kabel itu memunculkan pertanyaan mengenai respons dan keseriusan pihak terkait dalam mendukung percepatan pembangunan fasilitas yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah.
Di tengah dorongan percepatan penyelesaian KDMP, persoalan utilitas yang sebenarnya dapat diantisipasi sejak awal justru belum kunjung tuntas meski telah berulang kali disampaikan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat progres pekerjaan sekaligus menimbulkan risiko teknis di kemudian hari.
Bagi pelaksana proyek, waktu merupakan faktor krusial. Setiap keterlambatan bukan hanya berdampak pada target penyelesaian pembangunan, tetapi juga berpotensi menambah biaya dan kendala teknis di lapangan.
Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Kabupaten Sumenep, Fahmi, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PLN serta tim teknis yang menangani pekerjaan tersebut.
“Saya sudah berkoordinasi dengan PLN dan tim teknis yang membidangi persoalan ini. Kemungkinan keterlambatan terjadi karena keterbatasan personel,” katanya.
Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab alasan mengapa persoalan pemindahan kabel yang relatif sederhana dapat berlarut-larut hingga berbulan-bulan. Padahal, proyek pembangunan terus dikejar target penyelesaian.
Koordinasi antarinstansi tentu penting, namun di lapangan yang dibutuhkan bukan sekadar komunikasi dan pembahasan internal. Pembangunan membutuhkan langkah nyata dan tindakan konkret agar hambatan yang ada tidak terus menjadi penghalang bagi percepatan proyek yang sedang berjalan.












