Berita

Dompet Jamaah Hilang di Masjid Al- Hurriyah, Sikap Takmir Soal CCTV Tuai Sorotan Warga

53849
×

Dompet Jamaah Hilang di Masjid Al- Hurriyah, Sikap Takmir Soal CCTV Tuai Sorotan Warga

Sebarkan artikel ini

MALANG, Pilarjatim.id – Seorang jamaah yang kehilangan dompet usai salat Jumat di masjid Al- Hurriyah di wilayah Tumpang(14/04/2026), Kabupaten Malang, mempertanyakan respons salah satu takmir masjid terkait akses rekaman CCTV saat kejadian berlangsung.

Korban mengaku dompetnya yang hilang berisi uang tunai sekitar Rp530 ribu, dua STNK sepeda motor yang keduanya disebut masih dalam masa cicilan, serta dokumen penting lain seperti KTP dan SIM.

Foto : Surat SPKT polsek Tumpang

Menurut keterangan warga yang ikut mendampingi, korban awalnya meminta bantuan secara baik-baik kepada salah satu takmir masjid yang biasa dipanggil Pacut untuk melihat rekaman CCTV sebagai langkah cepat mengetahui dugaan pelaku atau kronologi hilangnya dompet tersebut.

Namun alih-alih rekaman segera dibuka, korban justru mendapat pernyataan yang dinilai janggal.

“Enggak usah buka CCTV, minggu depan datang balik, tahu ada dompetnya,” demikian kesaksian warga mengenai pernyataan yang disebut disampaikan Pacut kepada korban.

Ucapan tersebut kemudian memicu tanda tanya di kalangan warga yang menyaksikan langsung, sebab korban hanya ingin memastikan langkah cepat untuk menelusuri keberadaan dompet beserta dokumen pentingnya.

Pada malam kejadian, korban juga sempat meminta pendampingan ke pihak Polsek setempat. Berdasarkan keterangan warga, salah satu anggota kepolisian justru disebut menyarankan agar persoalan tidak perlu dipersulit.

“Enggak usah pakai polisi enggak apa-apa, dibuka saja CCTV-nya bareng-bareng, disaksikan bersama,” ujar warga menirukan arahan anggota polisi kepada pihak terkait.

Namun menurut warga, pihak takmir tetap bersikeras bahwa CCTV baru bisa dibuka setelah ada laporan resmi ke Polsek. Situasi itu membuat proses pencarian informasi sempat berjalan lambat dan menimbulkan keresahan, terlebih korban disebut hanya seorang musafir yang singgah untuk beribadah.

Karena merasa kasihan dan prihatin, sejumlah warga akhirnya berinisiatif membantu langsung agar rekaman CCTV dapat segera diperiksa bersama-sama.

Setelah dilakukan pembukaan dan penyaksian bersama, rekaman CCTV akhirnya berhasil dilihat. Dari hasil tersebut, dokumen video kemudian disebut dikirim langsung kepada korban, termasuk melalui nomor salah satu takmir bernama Pacut serta dibantu warga lain yang ikut peduli terhadap kasus tersebut.

Peristiwa ini memunculkan sorotan publik bukan hanya soal kehilangan dompet, tetapi juga terkait transparansi, kecepatan respons, dan sensitivitas pengelola rumah ibadah ketika jamaah mengalami musibah di area masjid.

Bagi warga, masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang aman bagi masyarakat. Karena itu, ketika ada jamaah kehilangan barang berharga, respons cepat dan keterbukaan dinilai menjadi hal penting agar tidak muncul kesan menutup-nutupi.

“Kalau dari awal dibuka bersama kan jelas, enggak menimbulkan curiga atau pertanyaan macam-macam. Ini korban kehilangan dokumen penting, bukan sekadar uang,” ujar salah satu warga.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat sekitar, terutama terkait pentingnya prosedur penanganan insiden di lingkungan publik agar kejadian serupa dapat ditangani lebih cepat, transparan, dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Sementara itu, warga berharap seluruh pengelola fasilitas umum, termasuk rumah ibadah, dapat lebih responsif terhadap keluhan masyarakat, khususnya ketika menyangkut keamanan jamaah. Sebab dalam situasi seperti ini, kepercayaan publik sangat bergantung pada keterbukaan dan tindakan nyata.

Sampai berita ini dirilis dompet korban masih belum ditemukan dan besar harapan korban agar dokumen penting yang ada di dalam dompet tersebut bisa kembali.

Tinggalkan Balasan