Example floating
Example floating
PeristiwaBerita

Skandal SPPG Yayasan Bejreh Barokah Bangsa di Kalianget Barat 2! Siswa Disuguhi Makanan Busuk, LSM BIDIK Minta Tutup

2330
×

Skandal SPPG Yayasan Bejreh Barokah Bangsa di Kalianget Barat 2! Siswa Disuguhi Makanan Busuk, LSM BIDIK Minta Tutup

Sebarkan artikel ini

Sumenep , pilarjatim.id — Program makan gratis bergizi kembali tercoreng. Kali ini, siswa SDN Karanganyar, Kecamatan Kalianget, diduga justru menerima makanan dalam kondisi busuk dan tidak layak konsumsi, jauh dari standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang seharusnya dipenuhi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 28/04/2026) dan langsung memicu kemarahan wali murid. Program yang semestinya menjadi penopang gizi anak-anak justru berubah menjadi ancaman serius bagi kesehatan mereka.

SPPG Yayasan Bejreh Barokah Bangsa yang beroperasi di SPPG Kalianget Barat 2, Jl Raya Kalianget–Asemnunggal (depan Perumahan Paradise) kini menjadi sorotan tajam. Lembaga yang seharusnya menjamin kualitas makanan justru dinilai gagal total menjalankan amanah.

Wali murid menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian, tetapi bentuk ketidakseriusan dalam mengelola program penting bagi masa depan anak-anak.

“Ini keterlaluan. Anak-anak seharusnya mendapat makanan bergizi, bukan makanan busuk,” ujar salah satu wali murid dengan nada geram.

Kecaman keras juga datang dari LSM BIDIK melalui aktivisnya, Sufriadi. Ia menilai SPPG tersebut tidak hanya gagal menjalankan fungsi, tetapi juga mencederai kepercayaan publik.

“Namanya saja SPPG, tapi tidak mencerminkan kualitas gizi. Ini jelas memalukan dan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Ia bahkan melontarkan pernyataan keras kepada pengelola.

“Kalau tidak siap menyajikan makanan yang layak dan bergizi, lebih baik tutup saja! Jangan jadikan program ini sebagai ladang keuntungan dengan mengorbankan kesehatan siswa-siswi,” kecamnya tajam.

Menurutnya, kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan instansi terkait. Program yang menyangkut gizi anak tidak boleh dijalankan secara asal-asalan.

Publik kini menuntut adanya evaluasi total, bahkan tindakan tegas terhadap pengelola jika terbukti lalai. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas program, tetapi kesehatan dan masa depan generasi penerus bangsa.

Kasus ini menjadi alarm keras: jika pengawasan lemah dan pelaksana tidak profesional, maka program baik sekalipun bisa berubah menjadi ancaman nyata.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *