Berita

Diam Seribu Bahasa, CV Mitra Anda Disorot Usai Papan Proyek Muncul Setelah Viral

427
×

Diam Seribu Bahasa, CV Mitra Anda Disorot Usai Papan Proyek Muncul Setelah Viral

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, pilarjatim.id – Sorotan publik terhadap proyek pemasangan bronjong di aliran sungai Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, belum juga mereda. Setelah sebelumnya menjadi perhatian karena diduga dikerjakan tanpa papan informasi proyek, kini papan informasi akhirnya terpasang di lokasi. Dari papan tersebut diketahui pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Mitra Anda, Sabtu (25/07/2026).

Namun, kemunculan papan proyek setelah ramai diberitakan justru memunculkan pertanyaan baru. Mengapa keterbukaan informasi kepada masyarakat baru dilakukan setelah proyek menjadi sorotan? Apakah transparansi memang sejak awal diabaikan, atau baru dianggap penting ketika perhatian publik mengarah ke proyek tersebut?

Padahal, papan informasi proyek bukan sekadar formalitas. Keberadaannya merupakan bentuk keterbukaan kepada masyarakat mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, hingga jangka waktu pelaksanaan. Tanpa informasi tersebut, masyarakat kehilangan hak untuk mengetahui bagaimana uang negara digunakan.

Persoalan lain yang hingga kini belum terjawab adalah dugaan penggunaan sebagian bronjong lama dalam pekerjaan tersebut. Dugaan ini terus menjadi perbincangan warga, namun belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana untuk meluruskan ataupun membantah informasi yang berkembang.

Demi memenuhi prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik, redaksi telah kembali menghubungi H. Imam, yang sebelumnya dikonfirmasi terkait proyek yang dikerjakan oleh CV. Mitra Anda. Sejumlah pertanyaan diajukan, mulai dari alasan papan proyek tidak dipasang sejak awal, sumber anggaran, nilai kontrak, hingga klarifikasi atas dugaan penggunaan bronjong lama.

Namun hingga berita ini diterbitkan, seluruh upaya konfirmasi belum memperoleh tanggapan.

Menariknya, saat konfirmasi pertama dilakukan, nomor WhatsApp yang bersangkutan masih aktif dan foto profil masih terlihat. Ketika redaksi kembali menghubungi untuk meminta klarifikasi terbaru, foto profil sudah tidak lagi muncul dan pesan yang dikirim hanya menunjukkan satu tanda centang. Kondisi tersebut membuat komunikasi tidak dapat dilakukan, meskipun penyebab pastinya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan tampilan aplikasi.

Diamnya pihak pelaksana di tengah munculnya berbagai pertanyaan publik justru semakin memicu perhatian masyarakat. Dalam setiap proyek yang menggunakan anggaran negara, keterbukaan bukanlah pilihan, melainkan bagian dari akuntabilitas kepada publik.

Selain aspek transparansi, proyek yang berada di kawasan sempadan sungai juga harus memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan fungsi sungai dan pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Hingga berita ini dipublikasikan, CV. Mitra Anda belum memberikan klarifikasi atas seluruh pertanyaan yang diajukan redaksi. Media tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Masyarakat kini berharap instansi terkait tidak hanya menjadi penonton. Pertanyaan mengenai keterbukaan proyek, kualitas pekerjaan, serta dugaan yang berkembang di lapangan perlu dijawab secara terang agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan