Sumenep, pilarjatim.id – Sebuah insiden tawuran antar pelajar kembali terjadi di Kecamatan Arjasa. Kali ini, sekelompok siswa yang diduga berasal dari SMA 1 Arjasa terlibat bentrokan di jalan raya 18/11 kawasan Pasar Baru saat jam pulang sekolah. Peristiwa tersebut sontak membuat pengguna jalan dan warga sekitar panik karena aksi saling serang itu mengganggu arus lalu lintas dan mengancam keselamatan masyarakat,
Menurut keterangan sejumlah warga yang berada di lokasi, tawuran terjadi secara tiba-tiba. Para pelajar terlihat saling dorong, melempar barang, dan berlarian di tengah jalan raya yang sedang padat kendaraan. Kondisi itu membuat beberapa pengendara terpaksa menghentikan kendaraannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ini sangat berbahaya. Mereka tawuran di tengah jalan. Warga jadi takut, pengendara juga banyak yang berhenti mendadak,” ujar salah satu warga sekitar.
Kejadian ini menyoroti lemahnya pengawasan di sekitar sekolah, terutama pada jam pulang siswa. Minimnya kontrol memungkinkan aksi tawuran terjadi berulang kali tanpa pencegahan efektif. Warga menilai bahwa situasi seperti ini sudah mulai mengkhawatirkan karena tidak hanya terjadi di tingkat SMA.
Menurut Muchlis Fajar, seorang pemerhati pendidikan dan sosial di Arjasa, tawuran pelajar bukan hanya melibatkan siswa SMA saja, tetapi juga pelajar SMP. Ia menyebut bahwa permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama dan perlu penanganan serius dari berbagai pihak.
“Bukan hanya SMA, beberapa sekolah SMP di Arjasa juga sering terlibat aksi serupa. Artinya, ini sudah menjadi masalah bersama yang harus ditangani segera,” tegas Muchlis.
Upaya Pencegahan
Masyarakat berharap pihak sekolah, orang tua, serta pemerintah setempat melakukan koordinasi lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa. Penempatan petugas keamanan atau patroli di sekitar sekolah pada jam pulang menjadi salah satu usulan warga.
Selain itu, pendidikan karakter di sekolah dinilai penting untuk dikuatkan kembali agar para pelajar memahami dampak negatif dari tawuran.
“Kami hanya ingin keamanan. Anak-anak harus dibina dengan baik, jangan sampai masa depan mereka rusak hanya karena tawuran,” ujar seorang wali murid.
Warga berharap pihak terkait dapat segera bertindak agar kawasan pendidikan di Arjasa kembali kondusif dan bebas dari tindakan kekerasan antar pelajar.














