Example floating
Example floating
OlahragaBerita

Muhlis Fajar Bongkar Alasan Lapangan Arjasa Dinilai Tak Lagi Ideal untuk Turnamen Sepak Bola

852
×

Muhlis Fajar Bongkar Alasan Lapangan Arjasa Dinilai Tak Lagi Ideal untuk Turnamen Sepak Bola

Sebarkan artikel ini

Sumenep, pilarjatim.id – Kehadiran Lapangan Raden Soepeno kini menjadi tonggak baru kebangkitan olahraga sepak bola di wilayah Kepulauan Kangean, khususnya Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep.

Harapan besar itu datang dari berbagai kalangan masyarakat pecinta olahraga yang menilai hadirnya lapangan baru di Desa Paseraman menjadi simbol kebangkitan sepak bola di wilayah kepulauan.

Salah satu apresiasi datang dari aktivis Paseraman, Muhlis Fajar. Dirinya mengaku bangga dan terharu karena akhirnya Desa Paseraman resmi memiliki lapangan sepak bola representatif yang diberi nama Lapangan Raden Soepeno.

“Saya bangga dan terharu. Akhirnya Desa Paseraman resmi mempunyai lapangan sepak bola sendiri. Ini bukan pekerjaan mudah karena membutuhkan perjuangan panjang dan semangat besar,” ujarnya.

Muhlis juga memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Paseraman yang dinilai telah berusaha dan berjuang selama bertahun-tahun dalam masa kepemimpinannya demi mewujudkan fasilitas olahraga untuk masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kepala desa yang telah berusaha keras selama beberapa tahun. Dengan keterbatasan anggaran dana desa, tentu membangun lapangan seperti ini membutuhkan spirit yang luar biasa,” katanya.

Menurutnya, kehadiran Lapangan Raden Soepeno akan menjadi pusat baru kegiatan olahraga sepak bola di Kepulauan Kangean.

Ia bahkan berharap seluruh kegiatan dan turnamen sepak bola di wilayah kepulauan ke depan dapat dialihkan ke Lapangan Raden Soepeno demi menjaga kenyamanan masyarakat dan menghormati aktivitas ibadah umat Muslim.

“Dengan adanya lapangan baru di Desa Paseraman, saya berharap kegiatan sepak bola di Kepulauan Kangean dialihkan ke Lapangan Raden Soepeno. Karena lapangan di Arjasa sangat dekat dengan Masjid Jamik Arjasa,” tegasnya.

Muhlis menjelaskan bahwa selama ini pertandingan sepak bola di lapangan Arjasa sering berlangsung hingga waktu sholat tiba sehingga dinilai mengganggu aktivitas masyarakat yang hendak beribadah.

“Kenapa ini penting? Karena sering kali laga belum selesai, tarhim sudah berkumandang. Jelas ini mengganggu masyarakat yang ingin melaksanakan sholat di Masjid Jamik,” tambahnya.

Karena itu, menurutnya, hadirnya Lapangan Raden Soepeno menjadi harapan baru dan semangat baru bagi pecinta sepak bola di wilayah Kangean dan sekitarnya.

“Semoga ke depan Lapangan Raden Soepeno menjadi gelora baru yang dikenal bukan hanya di Kepulauan Kangean, tetapi juga di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, Muhlis juga berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep ikut memberikan perhatian serius terhadap perkembangan olahraga di wilayah kepulauan, khususnya sepak bola.

“Kami berharap pemerintah kabupaten ikut andil dalam mendukung cabang olahraga yang ada di Kepulauan Kangean, baik melalui bantuan fasilitas, pembinaan atlet muda, maupun dukungan terhadap kegiatan turnamen. Karena potensi anak-anak muda di kepulauan sangat besar,” pungkasnya.

Kini masyarakat Kepulauan Kangean berharap kehadiran Lapangan Raden Soepeno mampu menjadi pusat pembinaan olahraga sekaligus melahirkan talenta-talenta sepak bola baru dari wilayah kepulauan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan