Example floating
Example floating
SosialBerita

Mulai Normal, Gas Elpiji 3 Kilogram di Kecamatan Nganjuk, Masyarakat Diminta Tidak Panic

1426
×

Mulai Normal, Gas Elpiji 3 Kilogram di Kecamatan Nganjuk, Masyarakat Diminta Tidak Panic

Sebarkan artikel ini

Nganjuk, PilarJatim.id – Kelangkaan LPG 3 Kilogram di Kabupaten Nganjuk mulai dirasakan masyarakat. Hal tersebut pun sudah didengar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Nganjuk.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk, Sri Handariningsi saat dikonfirmasi mengenai kelangkaan LPG 3 Kilogram mengatakan sudah menerima adanya informasi tersebut.

“Iya, informasinya juga seperti itu (kelangkaan LPG 3 Kg),” ucapnya saat dikonfirmasi wartawan pada, Senin (13/4/2026).

Ditanya apakah ada pengaruh dari gejolak ekonomi global, termasuk peran konflik di timur tengah terhadap kelangkaan LPG tersebut, ia mengatakan ada pengaruh.

“Dampak dari ekonomi global termasuk perang dunia. Informasinya seperti itu,” ujarnya melanjutkan.

Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sudah melakukan monitoring ke lapangan, guna memantau kondisi saat ini.

“Kami bersama teman-teman monitoring dan memantau di lapangan melihat kondisi di lapangan,” katanya.

Terkait penyebab kelangkaan, apakah dipengaruhi karena pasokan yang berkurang atau keterlambatan pengiriman dari distributor, ia menyebut ada keterlambatan distribusi.

“Sebenarnya tidak ada pengurangan, hanya pengirimannya yang terlambat. Keterlambatan pengiriman dari Surabaya,” ujar Bu Ning (Sri Handariningsi) panggilan akrabnya.

Distribusi gas melon tersebut dipastikan mulai kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami kendala keterlambatan pasokan.

Masyarakat pun diimbau untuk membeli sesuai kebutuhan guna menjaga stabilitas distribusi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk, Sri Handariningsih menjelaskan, kelangkaan yang terjadi beberapa hari terakhir dipicu oleh keterlambatan pengiriman dari Surabaya, hingga dampaknya tidak hanya dirasakan di Nganjuk, melainkan juga di sejumlah daerah lainnya secara regional.

Pengiriman sudah sering terlambat sejak sekitar satu tahun lalu, tapi dua bulan ini makin sering. Puncaknya ya minggu ini,” katanya.

Menurut dia, keterbatasan pasokan memicu kepanikan warga. Banyak pembeli yang langsung memborong elpiji saat stok datang, sehingga dalam waktu singkat barang kembali habis.

“Distribusi elpiji di wilayah Nganjuk saat ini mulai normal secara bertahap. Kami optimistis dalam waktu dekat kondisi akan pulih sepenuhnya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Bu Ning.

Bu Ning menegaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan ketat untuk memastikan distribusi tepat sasaran sekaligus menjaga kestabilan stok di lapangan.

“Kami mohon masyarakat membeli melalui pangkalan resmi,” imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena ketersediaan stok telah dijamin oleh pemerintah dan Pertamina.

“Masyarakat jangan terlalu panik. Kami yakin pemerintah dan Pertamina sudah bertanggung jawab agar kebutuhan LPG 3 kg ini bisa dipenuhi, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan UMKM,” pungkasnya.(Isk)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *