Sumenep, pilarjatim.id – Arjasa PLT Kepala Sekolah SDN II Arjasa, Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan karena dinilai tidak bertanggung jawab. Kali ini, PLT Kepala Sekolah tersebut tidak mau menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang diperlukan untuk pencairan tunjangan sertifikasi guru, (22/11/2025).
Akibatnya, tunjangan sertifikasi guru di SDN II Arjasa tidak dapat dicairkan. Guru-guru di sekolah tersebut merasa sangat kecewa dan merasa bahwa PLT Kepala Sekolah tidak peduli dengan nasib mereka.
“Kami sudah beberapa kali meminta PLT Kepala Sekolah untuk menandatangani SPTJM, tapi beliau tidak mau. Kami tidak tahu apa alasannya, tapi kami merasa sangat dirugikan,” kata salah satu guru.
Guru-guru di SDN II Arjasa berharap agar PLT Kepala Sekolah dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan menandatangani SPTJM sehingga tunjangan sertifikasi mereka dapat dicairkan. Mereka juga meminta agar Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat terhadap kinerja PLT Kepala Sekolah.
“Kami sudah beberapa kali mencoba menghubungi PLT Kepala Sekolah, tapi beliau selalu tidak ada di tempat atau tidak responsif. Kami merasa tidak ada dukungan dan pelayanan yang baik dari beliau,” kata salah satu guru.
Disisi lain Ketua PGRI cabang Arjasa, telah memanggil dan memediasi PLT Kepala Sekolah untuk membahas masalah ini, namun tidak membuahkan hasil. “Kami sudah berusaha membantu menyelesaikan masalah ini, tapi PLT Kepala Sekolah tidak kooperatif. Kami akan terus memperjuangkan hak-hak guru dan siswa di sekolah ini,” kata ketua PGRI Cabang Arjasa.
Guru pengajar di SDN II Arjasa berharap agar PLT Kepala Sekolah dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan memberikan perhatian yang cukup terhadap kebutuhan sekolah. Mereka juga meminta agar Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat terhadap kinerja PLT Kepala Sekolah.
PLT Kepala Sekolah SDN II Arjasa belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan terkait dengan masalah ini.














