SUMENEP, pilarjatim.id – Forkopimka Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Arjasa,( 21/09/2026 ).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap program pemerintah yang menyasar kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat. Forkopimka ingin memastikan makanan yang disajikan dan didistribusikan benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Camat Arjasa Subiyakto, S.H., M.H., menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak boleh hanya mengejar jumlah makanan yang dibagikan. Aspek kualitas, keamanan, kebersihan, serta kesesuaian dengan standar gizi harus menjadi perhatian utama.
“Sidak ini kami lakukan sebagai bentuk pengawasan. Kami ingin memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan BGN,” tegas Subiyakto.
Menurutnya, pengawasan di lapangan sangat penting karena program MBG bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai makanan yang diterima penerima manfaat tidak sesuai dengan standar yang seharusnya.
Camat Arjasa menegaskan, pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimka akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan MBG. Jika dalam pengawasan ditemukan hal-hal yang tidak sesuai ketentuan, pihak terkait diharapkan segera melakukan perbaikan.
“Ini menyangkut kebutuhan dan kesehatan anak-anak. Karena itu, jangan sampai ada yang menganggap remeh kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat,” ujarnya.
Dalam sidak tersebut, Forkopimka Arjasa melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian makanan MBG. Pengawasan diarahkan agar proses penyelenggaraan program berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Subiyakto juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar menjalankan tanggung jawabnya dengan serius.
“Program ini adalah program pemerintah untuk masyarakat. Maka pelaksanaannya harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Jangan hanya bagus di laporan, tetapi kondisi di lapangan juga harus sesuai,” tegasnya.
Forkopimka Arjasa memastikan pengawasan terhadap program MBG akan terus dilakukan guna menjaga kualitas makanan yang diterima masyarakat dan memastikan tujuan program pemenuhan gizi dapat tercapai.












