SUMENEP, pilarjatim.id – Isu dugaan jual beli titik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi perbincangan di berbagai daerah kembali mencuat di Kabupaten Sumenep. Kali ini sorotan mengarah ke Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean.
Awak media berupaya melakukan konfirmasi kepada Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG Kecamatan Arjasa, Abdul Hakim, guna memperoleh informasi dasar terkait pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Pertanyaan yang diajukan terbilang sederhana, yakni mengenai jumlah penerima manfaat (PM), jumlah mitra MBG yang telah beroperasi, serta jumlah mitra yang belum beroperasi.
Namun, upaya konfirmasi tersebut tidak memperoleh jawaban rinci sebagaimana yang diharapkan.
Dalam keterangannya, Abdul Hakim menyampaikan bahwa data tersebut belum dapat diberikan kepada media.
“Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan data tersebut untuk saat ini, kecuali bersurat dan diketahui pimpinan,” tulisnya.
Saat ditanya kembali apakah data tersebut memang belum bisa disampaikan, Abdul Hakim menjawab:
“Nanti saya sampaikan ke pimpinan, jika memang tidak apa-apa disebarkan akan saya sampaikan ke sampeyan.”
Jawaban tersebut justru memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, data mengenai jumlah penerima manfaat dan jumlah mitra yang beroperasi dinilai bukan merupakan informasi yang bersifat rahasia, melainkan bagian dari pelaksanaan program yang menggunakan anggaran negara dan menyangkut kepentingan publik.
Sejumlah pihak menilai keterbukaan informasi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG. Terlebih, isu dugaan jual beli titik MBG belakangan ramai diperbincangkan di berbagai wilayah dan menjadi perhatian publik.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat bukti yang dapat membuktikan adanya praktik jual beli titik MBG di Kecamatan Arjasa. Namun demikian, minimnya keterbukaan informasi terkait jumlah penerima manfaat maupun jumlah mitra yang beroperasi dinilai dapat memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Karena itu, publik berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang lebih transparan mengenai pelaksanaan program MBG, termasuk jumlah penerima manfaat, jumlah mitra yang aktif beroperasi, serta mekanisme penetapan titik MBG di wilayah Kecamatan Arjasa.
Media ini masih berupaya memperoleh data dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait guna menghadirkan informasi yang berimbang kepada masyarakat.













