Kangean, Sumenep , pilarjatim.id – Perhelatan akbar final lomba kerapan kerbau akan digelar di Lapangan Batu Rangkak, Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, pada Minggu, 7 Juni mendatang. Ajang budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Kangean ini diprediksi akan menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai desa.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari tiga sponsor utama, yakni Moh Saini, Hafiz, dan Tajud. Ketiganya berkomitmen untuk ikut menyukseskan pelaksanaan final kerapan kerbau sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur masyarakat Kangean.
Kerapan kerbau sendiri merupakan salah satu tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Kangean dan menjadi simbol kebersamaan, sportivitas, serta identitas budaya masyarakat kepulauan.
Menariknya, salah satu sponsor utama, Moh Saini, memastikan dirinya akan pulang langsung dari Malaysia demi menyaksikan dan memberikan dukungan pada pelaksanaan final kerapan kerbau tersebut.
“Saya pulang langsung ke Kangean dari Malaysia untuk menyaksikan lomba kerapan kerbau ini. Saya ingin memberikan semangat kepada para peserta yang telah berjuang mengikuti perlombaan ini,” ujar Moh Saini.
Menurutnya, kegiatan kerapan kerbau bukan sekadar perlombaan, melainkan juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga di Kepulauan Kangean.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antar warga dan masyarakat Kangean. Karena itu saya memutuskan untuk pulang dari Malaysia agar bisa hadir langsung dan memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya kita,” tambahnya.
Panitia berharap pelaksanaan final kerapan kerbau tahun ini dapat berlangsung meriah, aman, dan menjadi momentum untuk terus menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Masyarakat Kangean pun diundang untuk hadir dan menyaksikan secara langsung kemeriahan final kerapan kerbau yang akan berlangsung di Lapangan Batu Rangkak, Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, pada Minggu, 7 Juni mendatang. Acara ini diharapkan menjadi pesta rakyat sekaligus bukti bahwa budaya warisan leluhur tetap hidup dan dicintai oleh generasi masa kini.












