Sumenep, pilarjatim.id – Pembangunan KDMP di Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, kini berubah menjadi skandal panas yang memicu kemarahan warga. Proyek yang seharusnya menjadi solusi justru diduga kuat menjadi sumber masalah, setelah terungkap penggunaan pasir putih yang diambil langsung dari bibir pantai.
Tindakan ini bukan hanya diduga melanggar Rencana Anggaran Biaya (RAB), tetapi juga dinilai sebagai bentuk perusakan lingkungan secara terang-terangan. Pengambilan pasir di bibir pantai disebut-sebut sebagai praktik nekat yang bisa mempercepat abrasi dan mengancam keselamatan pemukiman warga.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya meluapkan amarahnya tanpa basa-basi.
“Ini bukan lagi pelanggaran kecil—ini perampasan alam! Pantai itu pelindung desa. Kalau diambil seenaknya, kami yang jadi korban. Rumah bisa habis digerus laut!” tegasnya.
Gelombang kecaman juga datang dari DPC LSM Bidik. Muhlis Fajar secara terbuka mengecam keras pelaksana proyek yang dinilai tidak punya tanggung jawab moral.
“Ini sudah keterlaluan! Mengambil pasir di bibir pantai demi proyek jelas-jelas tindakan serakah dan berbahaya. Ini bukan hanya soal proyek, ini soal nyawa masyarakat!” ujarnya lantang.
Ia bahkan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk dugaan penyimpangan yang sengaja dilakukan demi keuntungan pribadi, tanpa mempedulikan dampak yang bisa berujung bencana.
“Kalau ini benar terjadi, ini bukan sekadar pelanggaran—ini pengkhianatan terhadap rakyat! Keselamatan warga dipertaruhkan demi keuntungan segelintir orang. Sangat tidak beradab!” tambahnya.
Situasi ini juga memunculkan kecurigaan publik terhadap lemahnya pengawasan. Warga mempertanyakan, bagaimana mungkin praktik seperti ini bisa terjadi tanpa ada yang menghentikan?
“Jangan-jangan ada yang tutup mata! Proyek seperti ini tidak mungkin berjalan sendiri. Harus diusut sampai tuntas!” kata seorang warga lainnya.
Kini, masyarakat menuntut tindakan tegas tanpa kompromi: hentikan proyek, audit total anggaran, dan seret pihak-pihak yang terlibat ke ranah hukum.
Jika tidak segera dihentikan, pembangunan KDMP ini bukan hanya akan dikenang sebagai proyek bermasalah, tetapi sebagai awal bencana yang diciptakan oleh ulah manusia sendiri.














