Example floating
Example floating
PeristiwaBerita

Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Kebisingan dari Pabrik Kelapa PT WNI di Tumpang

3191
×

Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Kebisingan dari Pabrik Kelapa PT WNI di Tumpang

Sebarkan artikel ini

MALANG, pilarjatim.id – Keberadaan pabrik pengolahan kelapa milik PT Wisma Nusantara Indonesia (WNI) di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, mulai menuai keluhan dari masyarakat sekitar. Warga mengaku terganggu oleh bau tidak sedap yang diduga berasal dari proses produksi serta suara mesin pabrik yang cukup bising.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa aroma menyengat kerap tercium dari area pabrik, terutama saat angin bertiup ke arah permukiman. Bau tersebut diduga berasal dari kelapa yang membusuk serta sisa-sisa hasil pengolahan yang menumpuk di lokasi produksi.

Suyudi, salah seorang warga Desa Tumpang, mengungkapkan bahwa pada awal beroperasi pihak perusahaan sempat melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat setempat. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan menyampaikan bahwa aktivitas produksi tidak akan mengganggu kenyamanan warga.

Namun, setelah beberapa bulan beroperasi, kondisi yang dirasakan warga justru berbeda. Bau menyengat mulai sering muncul dan dirasakan masyarakat sekitar.

“Awalnya memang ada pertemuan dengan warga, dan pihak pabrik menyampaikan bahwa operasionalnya tidak akan mengganggu. Tetapi setelah beberapa bulan berjalan, muncul bau yang cukup menyengat,” ujar Suyudi.

Selain persoalan bau, warga juga mengeluhkan kebisingan yang berasal dari mesin produksi pabrik. Aktivitas operasional yang berlangsung hingga malam hari bahkan terkadang sampai dini hari membuat masyarakat merasa terganggu saat beristirahat.

Menurut warga, suara mesin masih terdengar jelas meskipun lokasi pabrik tidak berada tepat di tengah permukiman. Aktivitas produksi yang berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB disebut menjadi salah satu penyebab terganggunya kenyamanan lingkungan.

Dampak keberadaan pabrik tersebut juga dirasakan oleh pengelola Kolam Renang Tirta Panji yang lokasinya tidak jauh dari area pabrik. Bau yang berasal dari proses pengolahan kelapa dinilai cukup mengganggu aktivitas latihan para atlet renang.

Pelatih akuatik Kolam Renang Tirta Panji, Bisky Morista Sayoga, mengatakan bau menyengat kerap tercium karena lokasi kolam renang dan pabrik hanya dipisahkan oleh tembok pembatas.

“Bau dari pabrik sangat terasa saat atlet sedang latihan. Kondisi ini tentu cukup mengganggu aktivitas latihan,” ujarnya.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, warga bersama perangkat desa serta Babinsa setempat sebelumnya sempat mendatangi pabrik untuk menyampaikan aspirasi mereka. Namun pada saat itu pemilik pabrik tidak berada di lokasi sehingga warga hanya dapat bertemu dengan pihak karyawan.

Masyarakat berharap pihak perusahaan dapat membuka ruang dialog atau audiensi bersama warga dan pemerintah setempat guna mencari solusi terbaik. Dengan komunikasi yang terbuka, diharapkan permasalahan bau dan kebisingan tersebut dapat segera ditangani sehingga tidak lagi mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *